Gubernur Sumut Dorong Pembangunan RS Internasional yang Terbuka untuk Pasien BPJS

- Selasa, 19 Mei 2026 | 12:25 WIB
Gubernur Sumut Dorong Pembangunan RS Internasional yang Terbuka untuk Pasien BPJS

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong realisasi layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat melalui rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional yang dapat melayani peserta BPJS Kesehatan.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Sumut sehari sebelumnya. Bobby memastikan kesiapan skema pembangunan rumah sakit yang direncanakan berdiri di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, alat kesehatan, sumber daya manusia, hingga kualitas pelayanan.

Bobby juga menginginkan rumah sakit tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang nyaman dan modern, setara dengan standar hotel berbintang lima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa rumah sakit bertaraf internasional tersebut akan dibangun melalui pola kolaborasi antara pemerintah dan swasta dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO). Menurutnya, skema ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk mempercepat operasional rumah sakit sekaligus meminimalkan risiko pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen.

“Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu, mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Faisal merinci, proyek rumah sakit ini merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa), dan PT Bank Sumut. Skema operasional KSO melibatkan tiga pihak utama, yakni PT Dirga Surya, RS Haji Medan, dan RS Mitra (RS An-Nisa). Dalam skema tersebut, PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset, RS Mitra mengelola layanan operasional sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit.

“Rumah sakit bertaraf internasional ini untuk pasien BPJS Kesehatan. Tujuannya mewujudkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” jelas Faisal.

Rumah sakit tersebut direncanakan dibangun setinggi enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur serta dilengkapi berbagai layanan kesehatan modern dan sumber daya manusia yang kompeten. Lokasinya berada di pusat Kota Medan, berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lainnya yang belum melayani pasien BPJS Kesehatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat, antara lain Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Plh Bapperida Sumut Effendi Pohan, Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, Wakil Direktur Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution, Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, serta Direktur Utama PPSU Ferry Indra.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar