Mahasiswa Tewas Tenggelam di Sungai Maros Usai Lompat dari Barbershop Saat Cukur Rambut

- Minggu, 05 Juli 2026 | 01:00 WIB
Mahasiswa Tewas Tenggelam di Sungai Maros Usai Lompat dari Barbershop Saat Cukur Rambut

Seorang mahasiswa berinisial FAR (25) ditemukan tewas tenggelam di Sungai Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (3/7/2026). Ia tiba-tiba berlari dari sebuah barbershop dan melompat ke sungai saat proses cukur rambutnya belum selesai.

Korban sempat terlihat meminta tolong dari tengah sungai, namun baru ditemukan dalam kondisi meninggal sekitar tiga jam kemudian setelah pencarian oleh tim BPBD Maros.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Betang, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, sekitar pukul 13.30 Wita. FAR datang ke barbershop bersama dua rekannya untuk mencukur rambut. Saat pencukurnya pergi mengambil ponsel, FAR mendadak berlari keluar.

Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad mengatakan korban kemudian meloncat ke sungai tidak jauh dari lokasi barbershop. "Korban seorang mahasiswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim BPBD," kata Ahmad kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Ahmad, saksi di lokasi melihat korban berlari bersama dua temannya sebelum meninggalkan tempat cukur dalam keadaan proses potong rambut belum selesai. Situasi itu membuat kejadian berlangsung sangat cepat dan orang di sekitar tidak langsung memahami apa yang terjadi.

Tak lama setelah melompat ke sungai, seorang warga bernama Saha yang sedang memancing melihat korban meminta pertolongan dari tengah air. Namun, saksi awalnya mengira korban hanya bercanda sehingga bantuan tidak datang secepat yang dibutuhkan.

Ahmad menjelaskan, saksi lain kemudian mulai menyadari situasi darurat tersebut dan meminta pertolongan kepada perahu yang melintas untuk mendekati titik korban. Warga setelah itu menghubungi pihak kepolisian dan BPBD Maros untuk melakukan pencarian.

Setelah proses pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD dr Palaloi Maros untuk pemeriksaan medis. Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga korban di sekitar Kecamatan Mandai. Pihak keluarga datang ke rumah sakit untuk mengenali korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags