Korps musik memainkan melodi "Rasa Sayange" yang khas saat Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, tiba di Istana Merdeka, Jumat sore itu. Menariknya, PM Anwar tampak ikut bersenandung sejenak, mengikuti irama lagu yang akrab di telinga masyarakat kedua negara itu.
Kedatangannya sekitar pukul 16.25 WIB disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menunggu di sisi barat Istana, lalu menghampiri mobil sang tamu begitu kendaraan berhenti. Sambutannya hangat dan penuh keakraban, sebuah gambaran nyata dari hubungan dekat mereka. Rombongan PM Anwar sendiri tiba dengan dikawal 17 pasukan motoris yang membentuk iring-iringan.
Kunjungan ini, seperti disampaikan sebelumnya, adalah bagian dari tradisi silaturahmi menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Namun begitu, pertemuan ini jelas lebih dari sekadar ucapan selamat hari raya biasa.
Setelah menyapa, kedua pemimpin itu lalu berjalan berdampingan masuk ke dalam istana. Mereka terlihat asyik berbincang, nuansa kebersamaan dan kehangatan Idulfitri benar-benar terasa.
Pertemuan resmi pun digelar di dalam. Agenda utamanya tentu mempererat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Tapi yang juga menonjol adalah chemistry personal antara Prabowo dan Anwar Ibrahim. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang untuk mengokohkan persahabatan pribadi mereka, yang pada gilirannya mencerminkan dinamika hubungan kedua negara bertetangga.
Di tengah berbagai tantangan regional dan global, kedekatan semacam ini tentu berharga. Banyak yang berharap momentum silaturahmi ini bisa menjadi penguat bagi kesinambungan kerja sama ke depan. Hubungan Indonesia dan Malaysia memang selalu kompleks, tapi pertemuan sore Jumat itu menunjukkan bahwa fondasi persahabatan tetap kokoh.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Kementerian Haji Bongkar Jaringan Penipuan Badal dan Kurban, Satu Pelaku Ditangkap di Arab Saudi
All Cipayung Nusantara Minta Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Digelar Terbuka
Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi demi Kemandirian Bangsa
Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jika Tak Segera Capai Kesepakatan Damai