Bupati Jember Siapkan Skema WFH ASN untuk Efisiensi Energi dan Anggaran

- Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB
Bupati Jember Siapkan Skema WFH ASN untuk Efisiensi Energi dan Anggaran

Jember punya rencana baru. Bupati setempat, Muhammad Fawait, mengaku sedang menyiapkan skema kerja dari rumah atau WFH bagi para ASN. Ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, langkah ini penting sebagai bentuk efisiensi energi dan anggaran di lingkungan pemerintah kabupaten.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Senin, Fawait menjelaskan pemicunya. "Kondisi geopolitik di Timur Tengah lagi tidak stabil," katanya. Imbasnya, harga minyak dunia fluktuatif dan memberi tekanan besar pada beban subsidi BBM pemerintah pusat. Karena itulah, seruan presiden untuk berhemat harus dijawab dengan aksi nyata di daerah.

"Kami bagian dari NKRI, harus peka. Kalau konsumsi energi nggak dikendalikan, beban subsidi negara bisa makin bengkak," tutur Fawait.

Ia menegaskan, kebijakan ini murni untuk menjaga stabilitas subsidi, bukan karena ada kelangkaan BBM di Jember. "Ketersediaan energi untuk masyarakat masih aman, kami jamin itu," ucapnya.

Sebagai bentuk konkret, Pemkab Jember memutuskan untuk tidak menggelar open house formal di Pendapa Wahyawibawagraha saat Lebaran nanti. Meski begitu, Bupati tetap membuka pintu untuk silaturahmi yang lebih sederhana.

"Tahun ini nggak ada open house di pendapa. Kita balik ke kesederhanaan. Tamu tetap kami terima, tapi di pondok dengan jamuan seadanya. Intinya mendukung gerakan efisiensi," jelasnya.

Di sisi lain, langkah penghematan tak cuma sampai di situ. Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) kini sedang menggodok detail skema WFH. Rencananya, skema ini bisa menekan pemakaian energi dari kendaraan dinas dan operasional kantor.

"Skemanya sedang disiapkan. Kemungkinan dalam seminggu ada satu atau dua hari WFH. Kita punya pengalaman dari masa COVID-19 dulu, jadi saya yakin pelayanan publik tetap bisa prima, tidak terganggu," pungkas Fawait.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar