Namun begitu, Megawati juga mengingatkan agar isu ini tak dipersempit. Bukan cuma soal jumlah kursi di parlemen atau jabatan menteri. Yang lebih penting adalah keterlibatan yang bermakna, mulai dari perumusan gagasan hingga eksekusi di lapangan. Negara punya tanggung jawab untuk membuka ruang, memberi perlindungan, dan memastikan kesempatan yang setara.
Acara penganugerahan itu sendiri terasa istimewa. Megawati tercatat sebagai tokoh pertama dari luar Arab Saudi yang mendapat gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia itu. Hadir mendampingi, keluarga dan sejumlah pejabat diplomatik. Tampak M. Prananda Prabowo dengan istrinya, Nancy, lalu Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.
Gelar ini menambah koleksi panjang penghargaan akademisnya. Sebelumnya, mantan ketua umum PDIP itu telah menerima sepuluh gelar doktor kehormatan dan tiga gelar profesor kehormatan. Tapi pesan yang ia bawa dari Riyadh kali ini mungkin yang paling relevan: masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana ia memperlakukan kaum perempuannya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Setuju Efisiensi Program Makan Bergizi, Kualitas Dijamin Tak Turun
Menteri Keuangan Soroti Vendor Lelet dan Kerumitan Bermuatan Bisnis di Sistem Coretax
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut
Mentan: Stok Beras Nasional Aman untuk 324 Hari ke Depan