Masalahnya tidak cuma teknis. Organisasi permainan dan kedisiplinan posisi juga amburadul. Jarak antar lini terlalu jauh, transisi bertahan lambat, dan komunikasi di lapangan seperti tak terjalin. Ini semua membuat pertahanan mudah dibongkar.
Di sisi lain, serangan Indonesia nyaris tak punya taring. Beberapa upaya serangan balik yang coba dibangun selalu mentah sebelum masuk area berbahaya, entah karena kehilangan bola atau kalah fisik.
Kekalahan telak ini tentu memicu reaksi. Banyak pengamat sepakat, hasil ini adalah cerminan nyata dari jarak yang masih lebar. Pembinaan sepak bola usia muda kita, mulai dari konsistensi kompetisi, kualitas latihan, hingga pembentukan mental, masih butuh kerja keras yang serius.
Meski pahit, uji coba melawan tim berkualitas justru diperlukan. Ia seperti cermin yang menunjukkan semua noda dengan jelas. Bagi Garuda Muda, pekerjaan rumah menumpuk: meningkatkan kualitas umpan, memperkuat organisasi bertahan, dan yang tak kalah penting, mematangkan mental bertarung di level internasional. Agenda ke depan masih panjang, dan perbaikan harus dimulai sekarang.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Jadwal Imsak Surabaya Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026 Pukul 04:08