KPK Analisis Keterangan Saksi yang Terseretkan Nama Ida Fauziyah dalam Kasus Suap Sertifikasi K3

- Minggu, 08 Februari 2026 | 15:00 WIB
KPK Analisis Keterangan Saksi yang Terseretkan Nama Ida Fauziyah dalam Kasus Suap Sertifikasi K3

Kasus suap sertifikasi K3 di Kemnaker kembali memanas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengupas tuntas dugaan aliran uang dan praktik pemerasan yang terungkap di pengadilan. Yang menarik, nama mantan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, ikut terseret dalam kesaksian seorang saksi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa jaksa akan menganalisis semua fakta yang muncul di meja hijau. Menurutnya, kasus ini masih sangat cair dan berpotensi berkembang ke mana-mana.

Begitu penjelasan Budi kepada awak media, Minggu lalu. Ia menambahkan bahwa proses hukum masih terus bergulir, sehingga peluang pengembangan kasus tetap terbuka lebar.

Namun begitu, Budi juga mengklarifikasi satu hal penting: hingga detik ini, penyidik belum memanggil Ida Fauziyah untuk dimintai keterangan. “Sepengetahuan saya, sampai saat ini yang bersangkutan belum dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Amplop Cokelat dan Uang Euro

Lantas, bagaimana cerita sang mantan menteri bisa muncul? Semuanya berawal dari kesaksian Dayoena Ivon Muriono, seorang PPPK di Biro Umum Kemnaker, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ivon mengaku pernah diminta oleh Heri Sutanto, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Bina Kelembagaan, untuk menyampaikan sebuah amplop. Katanya, amplop itu adalah titipan karena atasannya, Dirjen Binwasnaker K3 Haiyani Rumondang, sedang tidak ada di tempat.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar