Anggota DPR Kritik Target Konsumsi Susu Anak, Sebut Statistik Bohong

- Jumat, 06 Februari 2026 | 14:00 WIB
Anggota DPR Kritik Target Konsumsi Susu Anak, Sebut Statistik Bohong

“Apa tanggung jawab perindustrian? Di sini kuncinya. Kumpulkan swasta. Di tengah kecanggihan produksi industri susu, masih ada jutaan anak-anak yang tidak bisa minum susu. Ini harus kita pandang dengan hati, bukan hanya dengan kepala,” ungkapnya.

Membangun Industri Pangan Berbasis Gizi

Solusi jangka panjang yang ditawarkan adalah dengan menjadikan peningkatan konsumsi susu sebagai bagian integral dari pembangunan industri pangan nasional. Visinya adalah menciptakan sistem yang tidak hanya berdaya saing dan berkelanjutan, tetapi juga berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya generasi penerus. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan stunting dan defisit gizi lainnya.

Dengan nada yang mengharukan, Putra menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini dari sudut pandang kemanusiaan. “Saya ingin membuka hati kita semua. Di tengah pabrik yang hebat ini, masih ada jutaan anak yang tidak bisa minum susu,” pungkasnya.

Kunjungan kerja tersebut menyiratkan sebuah urgensi: di balik kemajuan industri, masih terbentang tantangan besar dalam memastikan hak dasar anak atas gizi yang layak. Panggilan untuk bertindak ini menunggu respons dan aksi nyata dari semua lini.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar