Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda

- Selasa, 24 Maret 2026 | 07:30 WIB
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda

Jakarta

Kabar baik datang dari penanganan pengungsi bencana di Sumatera. Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa mayoritas pengungsi kini sudah tidak lagi berteduh di tenda. Kemajuan ini, kata dia, merupakan langkah signifikan yang patut diapresiasi.

“Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang [sudah] 100 persen,” tegas Tito saat berbincang dengan para wartawan, Senin (23/3/2026).

Ia memaparkan data terbaru. Saat ini, yang masih memerlukan penanganan tersisa sekitar 47 kepala keluarga atau setara dengan 173 jiwa. Angka ini jelas jauh mengecil dibanding kondisi awal pascabencana, di mana jumlah pengungsi pernah membengkak hingga 2,1 juta jiwa. Jadi, meski belum tuntas seratus persen, situasinya sudah jauh lebih baik.

Namun begitu, Tito tak menampik bahwa pekerjaan rumah masih banyak. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara keseluruhan memang masih berlangsung. Ada beberapa sektor yang butuh perhatian lebih dan tentu saja, waktu.

“Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum,” ujarnya. “Ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum. Itu it takes time.”

Pemerintah, jelasnya, tetap akan mendorong percepatan pemulihan. Infrastruktur dan layanan publik yang rusak akan dibenahi setahap demi setahap. Tujuannya satu: mengembalikan kondisi daerah terdampak ke keadaan normal sepenuhnya.

Di sisi lain, Tito berharap publik bisa melihat capaian ini secara utuh. Setiap progres punya konteksnya sendiri. Pencapaian dalam penempatan pengungsi adalah satu hal, sementara perbaikan infrastruktur yang lebih kompleks adalah hal lain yang masih terus dikerjakan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar