JAKARTA – Bulan Mei 2026 punya keistimewaan tersendiri buat umat Islam. Soalnya, Puasa Ayyamul Bidh bakal jatuh di bulan Dzulqa’dah. Nah, Dzulqa’dah ini bukan bulan sembarangan. Dia termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dalam Islam disebut asyhurul hurum.
Bulan-bulan haram itu istimewa banget. Kenapa? Karena pahala ibadah dilipatgandakan. Jadi, siapa pun yang memperbanyak amal di bulan ini, ya dapat bonus pahala lebih. Makanya, banyak yang udah mulai siap-siap dari sekarang.
Dzulqa’dah sendiri punya makna historis. Ini bulan persiapan menuju puncak ibadah haji. Dulu, orang Arab sepakat untuk menghentikan segala bentuk permusuhan di bulan ini. Mereka menyebutnya bulan perdamaian. Bersama Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah, Dzulqa’dah jadi bulan yang disucikan darah enggak boleh ditumpahkan.
Al-Qur’an pun menegaskan hal ini. Dalam Surat At Taubah ayat 36, Allah berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah: 36).
Ayat ini jelas banget. Jangan sampai kita malah berbuat zalim pada diri sendiri di bulan-bulan mulia ini.
Lalu, apa sebenarnya Puasa Ayyamul Bidh?
Ini puasa sunnah yang cuma tiga hari. Dilakukan tiap bulan ketika rembulan lagi purnama tepatnya tanggal 13, 14, dan 15 penanggalan Hijriah. Namanya Ayyamul Bidh, artinya “hari-hari putih”.
Ada banyak hadits yang nyebutin soal puasa tiga hari ini. Misalnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia bilang:
“Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan tiga hal yang enggak bakal aku tinggalkan sampai mati: puasa tiga hari tiap bulan, shalat Dhuha, dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari).
Nah, dalil yang lebih spesifik soal tanggalnya juga ada. Dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Nasai, Rasulullah bersabda kepada Abu Dzar:
“Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”
Kapan tepatnya di bulan Mei 2026?
Berdasarkan kalender Hijriah dari Kementerian Agama, puasa Ayyamul Bidh bulan Dzulqa’dah 1447 H jatuh pada:
- Jumat, 1 Mei 2026 (13 Dzulqa’dah)
- Sabtu, 2 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah)
- Minggu, 3 Mei 2026 (15 Dzulqa’dah)
Jadi, persiapkan diri dari sekarang. Mulai Jumat sampai Minggu, kita bisa puasa berturut-turut.
Bacaan niatnya gimana?
Niat ini diucapkan di malam hari atau saat sahur. Lafaznya:
Nawaitu shauma ghadin ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala.”
Sederhana, kan?
Keutamaannya luar biasa
Enggak main-main. Dalam hadits riwayat Bukhari, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah bersabda:
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”
Bayangin, cuma tiga hari tapi pahalanya setara setahun penuh. Ini bukan sekadar klaim. Ibnu Abbas juga meriwayatkan bahwa Rasulullah biasa berpuasa Ayyamul Bidh, baik saat di rumah maupun dalam perjalanan.
Abu Dzar kembali mendapat pesan langsung dari Nabi:
“Jika engkau ingin puasa tiga hari tiap bulan, maka puasalah pada 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi dan Nasai hasan).
Bahkan, dari Ibnu Milhan al-Qoisiy, dari ayahnya, disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berpuasa di hari-hari putih itu. Beliau bersabda, “Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.”
Jadi, buat yang pengen ngumpulin pahala sebanyak-banyaknya, ini kesempatan emas. Apalagi di bulan haram kayak Dzulqa’dah. Lipat ganda pahalanya.
Itulah ulasan singkat soal jadwal, niat, dan keutamaan Puasa Ayyamul Bidh bulan Mei 2026 yang bertepatan dengan Dzulqa’dah 1447 H. Semoga bermanfaat dan kita semua dimudahkan untuk menjalankannya.
Artikel Terkait
Menkes: Minuman Rendah Gula Bisa Mengecoh Tubuh, Picu Rasa Lapar Terus-Menerus
Andhika Pratama dan King Nassar Dipercaya Padu Padan Kontras di Program Baru RCTI
RCTI Hadirkan Program Baru Healing Jalur King Nassar, Hiburan Unik ala Raja Nyentrik
Keutamaan Puasa Dzulqa’dah di Hari Senin, Niat Gabung Dua Ibadah Sunah Sekaligus