Wall Street lagi-lagi disibukkan dengan laporan keuangan para raksasa teknologi. Baru-baru ini, sejumlah perusahaan terbesar di sektor itu mengumumkan performa mereka di tahun 2025 dan, yang lebih menarik, memberikan panduan untuk tahun ini. Sorotan utama? Besarnya anggaran yang bakal digelontorkan untuk infrastruktur kecerdasan buatan.
Menurut analisis yang dilansir Yahoo Finance, Selasa lalu, ada satu pertanyaan besar yang menggantung: berapa sih, tepatnya, dana yang akan dikucurkan untuk AI? Angkanya ternyata fantastis. Lima perusahaan hyperscaler diproyeksikan bakal menghabiskan dana gabungan hingga 720 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, itu setara dengan sekitar Rp12.000 triliun. Jumlah yang sulit dibayangkan.
Rinciannya cukup mencengangkan. Meta Platforms, misalnya, berencana menginvestasikan antara 115 hingga 135 miliar dolar. Amazon bahkan lebih agresif, dengan persiapan dana sekitar 200 miliar dolar. Microsoft tidak mau ketinggalan, menargetkan anggaran 150 miliar dolar.
Di sisi lain, Alphabet induk perusahaan Google berencana menggelontorkan dana yang lebih besar lagi, mencapai 185 miliar dolar. Sementara itu, Oracle menutup daftar dengan rencana investasi sekitar 50 miliar dolar untuk tahun ini.
Lalu, siapa yang diuntungkan dari gelontoran dana segila ini? Jawabannya cukup jelas. Penerima manfaat terbesar kemungkinan besar adalah para desainer chip AI. Nama-nama seperti Nvidia, Advanced Micro Devices, dan Broadcom diprediksi akan kebanjiran pesanan.
Tak hanya mereka. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), raksasa manufaktur chip yang mendominasi pasar global, juga dipastikan ikut menikmati kue investasi ini. Geliat mereka akan sangat menentukan seberapa cepat lompatan teknologi AI ini bisa diwujudkan oleh para raksasa teknologi tadi.
Artikel Terkait
Hendropriyono Puji Kinerja Bappisus Mampu Urai Masalah Bangsa yang Membelit
Indonesia dan Filipina Teken Kerja Sama Strategis Nikel, Kuasai 73,6 Persen Produksi Global
Kemenkes Audit Dokter Pendamping Internship di Jambi Buntut Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi
Bulog Sederhanakan Kemasan Beras Bantuan Pangan Akibat Harga Bahan Baku Plastik Naik