Minggu sore itu, cuaca terasa begitu gerah. Di Bendungan Penarungan, Kabupaten Badung, sekelompok remaja lebih dari 19 orang sedang berkumpul. Di antara mereka, ada IKAAP (14 tahun). Karena merasa kepanasan, remaja laki-laki itu mengajak teman-temannya untuk mencemplungkan diri ke air bendungan.
Namun begitu, beberapa dari temannya merasa was-was. Mereka bukan warga sekitar, jadi tak paham betul kondisi perairan itu. "Renangnya di pinggir aja," begitu kira-kira peringatan yang dilontarkan. Sayangnya, IKAAP tak menggubris. Ia memutuskan untuk berenang ke arah yang lebih dalam.
Tak butuh waktu lama untuk bencana itu terjadi. Tiba-tiba, teman-temannya melihat IKAAP terseret arus. Dia berjuang, tapi arusnya terlalu deras. Dalam sekejap, ia hilang tenggelam.
Panik, teman-temannya berusaha menolong. Tapi upaya itu sia-sia. Airnya begitu kencang. Akhirnya, mereka berteriak minta tolong kepada warga yang berada di sekitar lokasi.
Artikel Terkait
LBH Keadilan Rakyat Soroti Risiko Rp16,9 Triliun untuk Dewan Keamanan Trump
Imlek 2026, Kue Keranjang Bertemu Pisang dalam Harmoni Rasa dan Makna
Prabowo Buka Suara Empat Jam di Kertanegara, Bahas Reformasi Polri hingga Gaza
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Status Siaga Tetap Dipertahankan