Di layar kanal YouTube-nya, Selasa lalu, Rocky Gerung tak sungkan menyampaikan kritik pedas. Pengamat politik itu bicara blak-blakan tentang kondisi republik kita. Intinya, menurut dia, Indonesia saat ini cuma punya bentuk, tapi kehilangan jiwa.
"Kita hidup di dalam bentuk republik without republicanism ethics," ujarnya tegas.
Rocky melanjutkan, "Instalasi di dalamnya adalah feodalisme, rasisme, nepotisme."
Pernyataannya itu jelas sebuah tamparan. Di satu sisi, secara infrastruktur negara kita memang republik. Namun begitu, nilai-nilai luhur yang seharusnya mengisi bentuk itu seperti kesetaraan dan kepentingan publik justru tergerus. Yang mengisi, dalam pandangannya, adalah praktik-praktik lama yang seharusnya sudah ditinggalkan.
Artikel Terkait
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta
Pemerintah Pacu Pembentukan Badan Pengawas Data Pribadi, Targetkan Perpres 2026
Sepuluh Ribu Rupiah yang Tak Terbeli: Ketika Sebatang Pena Menjadi Harga Sebuah Nyawa
HNW Pertanyakan Nasib Kampung Haji dalam RKAT BPKH 2026