Komika Pandji Pragiwaksono memilih untuk datang langsung ke kantor MUI. Tujuannya jelas: tabayyun. Ia ingin menjernihkan kontroversi yang menyelimuti pertunjukan tunggalnya, 'Mens Rea'. Dan ia tak datang dengan tangan kosong. Pandji bahkan mengajak para pihak di MUI untuk menyaksikan langsung cuplikan materi komedinya itu.
Ditemani kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji diterima oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Kiai Haji Asrorun Ni'am. Suasana pertemuan, menurut Pandji, justru cair. Penuh tawa. Ia merasa langkah ini perlu diambil agar tidak ada lagi salah paham yang berlarut-larut terhadap karya yang kini sedang dalam laporan polisi itu.
Bagi Pandji, peran seniman dalam menjelaskan maksud karyanya itu krusial. Bisa mencegah kegaduhan yang tak perlu.
Di sisi lain, Haris Azhar memaparkan bahwa niatan kliennya murni untuk silaturahmi. Juga memberi penjelasan soal situasi yang berkembang. Ia menekankan, mereka ingin mendiskusikan sisi 'Mens Rea' atau niat jahat yang dituduhkan kepada Pandji dari sudut pandang keilmuan agama.
Artikel Terkait
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut