Haris berharap MUI bisa merespons dengan arif, memanfaatkan fasilitas keilmuan yang dimilikinya.
Meski diskusi berjalan santai dan menyenangkan, Pandji mengakui tetap mendapat teguran serta nasihat. Ia menerimanya dengan lapang dada. Bahkan berkomitmen untuk menjadikan semua masukan itu sebagai bahan evaluasi ke depannya.
Langkah sowan ke MUI ini, bagi Pandji, adalah bukti nyata. Ia lebih memilih membuka dialog daripada terjerumus dalam konflik yang berkepanjangan. Sebuah pendekatan yang, menurutnya, jauh lebih produktif.
Artikel Terkait
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan
Wapang TNI Desak Pembangunan Koperasi Merah Putih Dikebut