Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Watak Asli Manusia

- Selasa, 03 Februari 2026 | 18:06 WIB
Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Watak Asli Manusia

Mungkin kita sering penasaran. Surat terpanjang dalam Al-Qur'an kok namanya 'Al-Baqarah' atau 'Sapi Betina'? Padahal, isinya luar biasa komprehensif. Mulai dari hukum, tauhid, kisah umat terdahulu, sampai panduan hidup seorang muslim. Kenapa bukan nama yang lebih megah, seperti 'Surat Hukum' misalnya?

Allah justru memilih satu fragmen kisah yang singkat sebagai judulnya. Kisah tentang penyembelihan seekor sapi. Pilihan ini, tentu saja, bukan tanpa maksud. Ada pelajaran besar yang tersimpan di baliknya.

Cerita sapi itu sendiri hanya muncul beberapa ayat. Intinya, Bani Israil diperintahkan untuk menyembelih seekor sapi. Perintahnya sebenarnya sederhana dan lugas. Tapi apa yang terjadi?

Alih-alih segera melaksanakan, mereka malah berbelit-belit. Pertanyaan beruntun dilontarkan. Sapinya harus seperti apa? Warnanya bagaimana? Usianya berapa? Mereka bertanya bukan untuk memahami, tapi jelas-jelas untuk menunda. Mencari celah agar tidak perlu segera taat.

Nah, di sinilah pelajaran utamanya. Allah tidak pernah mempersulit. Justru kitalah yang sering memperumit diri sendiri. Hati yang enggan tunduk akan selalu mencari alasan. Semakin banyak syarat yang kita tambahkan, semakin beratlah sebuah perintah itu terasa. Akhirnya, yang mudah jadi ruwet. Bukan karena Allah, tapi karena sikap kita.

Penyakit ini ternyata bukan cuma milik Bani Israil dulu. Ia masih hidup sampai sekarang, mewabah di hati banyak orang. Coba perhatikan. Saat datang perintah shalat tepat waktu, berbuat jujur, atau meninggalkan kemaksiatan, respon kita seringkali bukan "ya". Tapi "nanti dulu". Atau, "tapi bagaimana kalau...". Kita mengulangi pola yang persis sama: menunda ketaatan dengan dalih-dalih yang terdengar masuk akal.


Halaman:

Komentar