Hampir Setengah Kursi Penting BUMN Dikuasai Orang Gerindra. Ada Apa?
Angkanya cukup mencolok: 48 persen posisi strategis di berbagai BUMN ternyata diduduki oleh orang-orang yang punya afiliasi dengan Partai Gerindra. Ini bukan data sembarangan, dan tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya. Apalagi belakangan ini, beredar wacana soal kemungkinan direksi bank-bank BUMN bakal dirombak.
Nah, wacana itu sendiri menimbulkan kecurigaan. Jangan-jangan, ini cuma bagian dari skema penguatan jaringan kroni semata. Soalnya, pola serupa sudah terlihat di tempat lain. Beberapa waktu lalu, misalnya, ada yang bisa menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dan itu adalah keponakan dari Prabowo Subianto.
Menurut sejumlah pengamat, fenomena semacam inilah yang sering disebut "crony capitalism". Praktek dimana kekuasaan dan bisnis saling melindungi. Dan sejarah membuktikan, ekonomi sebuah negara bisa nyungsep karena hal-hal seperti ini.
Saat kepentingan politik mulai menyusup ke dalam kebijakan ekonomi dan bisnis, itu biasanya jadi awal petaka. Kenapa? Karena orientasinya bukan lagi pada rasionalitas atau apa yang terbaik untuk perekonomian nasional. Fokusnya bergeser: bagaimana caranya menguntungkan segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan.
Yang paling mengkhawatirkan tentu saja jika isu perombakan direksi bank BUMN itu benar-benar terjadi, dan posisinya kemudian diberikan kepada kawan-kawan dari kalangan militer sang RI-1.
Artikel Terkait
Kemenhaj Perketat Pengawasan, Lindungi Jemaah Umrah dari Pelanggaran
Bachtiar Nasir Desak Diplomasi Indonesia di Board of Peace Tak Sekadar Stempel
Longsor Dahsyat di Ciamis, Satu Warga Tewas Tertimbun
Pandji Usai Bertemu MUI: Karya Harus Diimbangi Kepekaan