Ketika Presiden Mendengar Suara dari Luar Lingkaran Istana

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:40 WIB
Ketika Presiden Mendengar Suara dari Luar Lingkaran Istana

Keputusan pun diambil. Saya diberi tugas menangani strategi rebranding partai itu selama setahun.

Nah, di sinilah poin pentingnya. Pengalaman selama sembilan bulan bekerja itu membuktikan betapa sulitnya orang-orang di lingkaran dalam menyampaikan masukan tertentu langsung ke Presiden.

Contohnya, dalam eksekusi program media, kami rancang sebuah tayangan di mana Presiden harus tampil dengan seragam TNI, penuh wibawa, dan menyampaikan pesan kebanggaan tentang peremajaan alutsista. Naskahnya sudah siap.

Tapi saat ide itu dibawa ke tingkat staf ahli, mereka saling pandang. Beberapa berbisik. Lalu, Prof. Daniel Sparingga yang mewakili mereka bilang, "Mas Joko saja yang langsung sampaikan ke Presiden…"

Rupanya, ada semacam "tata krama" atau mungkin SOP tak tertulis yang membuat hal semacam itu tak mudah disampaikan. Akhirnya, saya sendiri yang membawakannya ke Cikeas. Dan untungnya, respons Presiden positif.

Beberapa hari kemudian, syuting pun berjalan. Dengan gagah dalam seragam Jenderal Marinir, Presiden SBY menyampaikan persis kalimat yang kami rancang.

Karena itulah, saya melihat pertemuan dengan tokoh seperti Said Didu, Abraham Samad, atau Siti Zuhro itu penting. Itu memecah kebuntuan. Memberi saluran baru bagi suara-suara yang mungkin selama ini teredam oleh mekanisme dan protokol yang kaku.

Oh ya, sebelum proyek itu dimulai, SBY sempat bertanya soal prediksi. "Kira-kira akan berapa persen suara yang kami peroleh nanti di 2014?"

Saya hitung sebentar. "Sekitar 11%, Pak," jawab saya.

Beliau berpikir sejenak. "Baiklah. Go ahead," katanya.

Dan hasil akhirnya? Partai Demokrat meraih 10,2%. Prediksi saya meleset hanya 0,8%. Seorang menteri kemudian bilang, beliau happy dengan angka itu. Alhamdulillah. (")

"Joko Santoso Handipaningrat adalah politikus senior, penulis, dan konsultan kreatif. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri PAN dan pencipta lambang Matahari Putih partai tersebut. Pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen PAN dan anggota DPR RI periode 2004–2009. Kini aktif sebagai penulis dan pemerhati kehidupan sosial-politik.


Halaman:

Komentar