LC di Kemnaker: Dari Ladies Companion hingga Land Cruiser dalam Sidang Suap Sertifikasi

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:18 WIB
LC di Kemnaker: Dari Ladies Companion hingga Land Cruiser dalam Sidang Suap Sertifikasi

Chairul adalah tersangka baru. Dia dijerat bersama dua orang lain: Kabiro Humas Kemnaker Sunardi Manampiar Sinaga dan eks Dirjen Binwasnaker dan K3 Haiyani Rumondang. Belum ada klarifikasi resmi dari ketiganya.

LC yang Lain: Bukan Ladies Companion, Tapi Land Cruiser

Selain soal LC yang berarti ladies companion, Chairul juga mengaku punya urusan lain dengan Bobby terkait singkatan LC. Kali ini, LC bermakna Toyota Land Cruiser.

Ceritanya, mereka sempat berdiskusi soal tukar tambah mobil. Chairul ingin menukar Mitsubishi Pajero miliknya dengan sebuah Land Cruiser. Kesepakatannya, dia harus menambah bayar Rp 300 juta, dicicil selama dua setengah bulan.

Menariknya, Bobby sempat menawarkan untuk menghapus sisa cicilan itu. Tapi, tawaran ini lagi-lagi ditolak Chairul.

"Jadi gini. 'Bang, udah enggak usah bayar lagi tuh mobil'. Oh, enggak mau saya, kita ada ikrarnya," jelas Chairul di persidangan.

Lalu, dari mana dana untuk mencicil? Chairul mengaku menggunakan sebagian uang perjalanan dinasnya, ditambah tabungan dan honor.

"Kebetulan di Humas itu perjalanan dinas kami agak tinggi, dan ada perjalanan dinas," ujarnya.

Ada satu hal lagi yang menarik perhatian jaksa: soal kuitansi kosong. Chairul menerimanya dari Bobby, lalu mengisinya sendiri sebagai bukti pelunasan.

"Ya itu maksudnya kuitansi kosong dan ditulis, Pak. Dan ditulis bersama-sama. Jadi bukan kuitansi kosong dikasih terus saya bawa pulang bukan Pak," ungkapnya berusaha menjelaskan.

Skema Besar dan Nilai Fantastis

Kasus ini melibatkan banyak pihak. Jaksa mendakwa mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer atau Noel melakukan pemerasan bersama sepuluh pegawai Kemnaker lainnya. Mereka dituduh memanipulasi biaya sertifikasi K3 hingga membengkak.

Uang hasil pemerasan itu mengalir deras. Totalnya mencapai Rp 81 miliar angka yang sungguh fantastis.

Dari aliran dana itu, Noel disebut menerima sekitar Rp 3,3 miliar plus satu unit motor Ducati Scrambler. Namun, penerima terbesar adalah Irvian Bobby Mahendro. Dia diduga mengantongi Rp 69 miliar, dan dianggap sebagai otak operasi ini.

Uang sebesar itu dipakai Bobby untuk berbagai keperluan. Mulai dari belanja, hiburan, DP rumah, memberi setoran tunai, hingga membeli mobil-mobil mewah.

Semua terdakwa dijerat dengan Pasal 12B Juncto Pasal 18 UU Tipikor Juncto Pasal 127 ayat (1) KUHP. Sidang masih terus berlanjut, dan publik menunggu perkembangan berikutnya.


Halaman:

Komentar