Paparnya itu sekaligus menjadi kritik halus. Ia menyarankan pemerintah agar serius menyediakan layanan trauma healing bagi mereka yang menjadi korban. Tanpa pendampingan yang tepat, penyembuhan mustahil terjadi.
Di sisi lain, data dari Komnas HAM mengungkap fenomena memilikan lain. Ternyata, banyak orang tua korban kejahatan seksual anak termasuk child grooming yang memilih untuk diam. Mereka enggan melapor.
"Orang tua yang anaknya menjadi korban child grooming kebanyakan memilih untuk tidak melapor," ungkap Elvina.
Alasannya beragam. Ada yang terbentur rasa malu, menganggapnya aib keluarga. Ada pula yang pesimis dengan proses hukum. Mereka merasa, melapor tidak serta-merta menjamin kasus anaknya akan tuntas di pengadilan. Sebuah keputusasaan yang justru membuat pelaku bisa terus bebas.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral