Paparnya itu sekaligus menjadi kritik halus. Ia menyarankan pemerintah agar serius menyediakan layanan trauma healing bagi mereka yang menjadi korban. Tanpa pendampingan yang tepat, penyembuhan mustahil terjadi.
Di sisi lain, data dari Komnas HAM mengungkap fenomena memilikan lain. Ternyata, banyak orang tua korban kejahatan seksual anak termasuk child grooming yang memilih untuk diam. Mereka enggan melapor.
"Orang tua yang anaknya menjadi korban child grooming kebanyakan memilih untuk tidak melapor," ungkap Elvina.
Alasannya beragam. Ada yang terbentur rasa malu, menganggapnya aib keluarga. Ada pula yang pesimis dengan proses hukum. Mereka merasa, melapor tidak serta-merta menjamin kasus anaknya akan tuntas di pengadilan. Sebuah keputusasaan yang justru membuat pelaku bisa terus bebas.
Artikel Terkait
Di Balik Senyum Kampus: Saat Kekuatan Lahir dari Keberanian untuk Lelah
Rindu yang Tertinggal di Stasiun Bandung
Tembak-Menembak di Yahukimo, Sopir Pikap Nyaris Jadi Sasaran
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat