Hamas Peringatkan Israel: Pelanggaran Gencatan Senjata Bakal Berakibat Serius

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:20 WIB
Hamas Peringatkan Israel: Pelanggaran Gencatan Senjata Bakal Berakibat Serius

Meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan fase kedua rencana gencatannya mulai pertengahan Januari, faktanya masalah-masalah kunci termasuk soal terowongan di Rafah ternyata masih belum terselesaikan. Ada jarak yang lebar antara pengumuman di meja perundingan dan realita di lapangan.

Secara terpisah, kelompok-kelompok perlawanan Palestina punya pandangan lain. Mereka menilai eskalasi serangan Israel belakangan ini adalah upaya nyata untuk menggagalkan konsolidasi gencatan senjata. Serangannya disebut makin menjadi.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam menyebut pelanggaran Israel terus berlanjut. Bahkan intensitasnya meningkat setelah dibentuknya Komite Nasional Administrasi untuk Jalur Gaza pada 17 Januari lalu.

Puncaknya terjadi Jumat subuh. Serangan udara mengguncang, menargetkan gedung-gedung, tempat perlindungan, hingga kantor polisi. Korban berjatuhan banyak di antaranya perempuan dan anak-anak.

Sejak komite nasional diumumkan, catatannya suram: 71 orang tewas, 140 luka-luka kebanyakan parah. Gaza juga telah mengalami 96 kali serangan udara dan artileri. Dari jumlah itu, 61 serangan diarahkan langsung ke warga sipil, menghancurkan setidaknya 17 rumah.

Komite itu akhirnya mendesak. Mereka meminta AS, para mediator, dan komunitas internasional untuk menekan Israel. Serangan harus dihentikan, pelanggaran gencatan senjata harus berakhir. Peringatannya jelas: selama serangan terus berlangsung, semua upaya menuju fase kedua gencatan senjata hanya akan sia-sia.


Halaman:

Komentar