Jakarta, sore itu, di Hari Natal. Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama putranya, Didit Hediprasetyo, muncul di kediaman Luhut Binsar Pandjaitan. Kunjungan yang tak terduga ini langsung menjadi perhatian, diabadikan oleh sang tuan rumah lewat unggahan Instagram pribadinya.
Luhut, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, terlihat sumringah. "Senang sekali sore ini Presiden @prabowo dan putra semata wayangnya, Mas Didit, menyempatkan hadir ke kediaman kami untuk berbagi kebahagiaan di Hari Natal," tulisnya di akun @luhut.pandjaitan.
Obrolan mereka berlangsung hampir tiga perempat jam. Santai, tapi serius juga. Mereka ngobrol dari urusan pekerjaan sampai hal-hal yang lebih luas tentang kebangsaan. Intinya, kata Luhut, menjaga kekompakan dan persatuan itu nomor satu.
Dari foto yang beredar, Prabowo tampil dengan batik. Didit, di sampingnya, memadukan kemeja putih dan jas. Suasana terlihat hangat dan penuh keakraban.
Namun begitu, bukan cuma basa-basi yang dibicarakan. Ada beberapa isu aktual yang sempat disinggung. Salah satunya adalah negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat. Menurut Luhut, Prabowo menyambut baik kabar bahwa prosesnya akan segera selesai. Beliau menekankan, hubungan baik dengan negara mitra harus terus dijaga.
Pembicaraan juga menyentuh soal penanganan bencana di Sumatera. Prabowo memberi apresiasi khusus pada TNI. Gerak cepat mereka dalam membangun sekitar 150 jembatan Bailey di berbagai titik dinilai sangat membantu. Jembatan-jembatan itu krusial untuk mempercepat pemulihan pascagempa dan banjir yang melanda.
“Pesan beliau relevan dengan semangat Natal,” ujar Luhut.
Ia melanjutkan, inti pesan itu adalah di tengah ujian yang menerpa bangsa, kita harus tetap kompak. Persatuan, khususnya dalam mempercepat pemulihan saudara-saudara di Sumatera dan Aceh, adalah kuncinya.
Di sisi lain, bagi Luhut, kunjungan singkat itu punya makna yang dalam. Ia merasa, momen Natal itu mengingatkan semua pihak bahwa beban akan terasa lebih ringan jika dipikul bersama. Kemanusiaan dan persatuan, menurutnya, adalah jembatan utama bagi bangsa untuk benar-benar bangkit dan melangkah maju ke depan.
Artikel Terkait
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
OJK Catat Aksi Jual Asing Rp1,14 Triliun, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi
OJK Catat Aksi Jual Asing Berlanjut, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram