Pasar saham Indonesia buka dengan optimisme di hari Rabu (17/12). IHSG, barometer utama bursa kita, langsung melesat ke zona hijau. Angkanya? Naik 24,273 poin, atau sekitar 0,28 persen, ke level 8.710,742. Sebenarnya, sinyal positif ini sudah terlihat sejak sesi pre-opening, di mana indeks sudah menguat lebih dulu 21,858 poin.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pasar valas. Rupiah justru terlihat kehilangan momentum melawan dolar AS pagi ini. Menurut pantauan Bloomberg sekitar pukul 09.00 WIB, mata uang kita melemah tipis ke posisi Rp 16.691 per dolar. Pelemahannya sekitar 24 poin, atau 0,14 persen. Jadi, sementara saham merayap naik, rupiah sedikit tertatih.
Lalu, bagaimana dengan suasana di kawasan Asia? Campur aduk, sih. Ada yang ikut merona, ada juga yang cemberut.
Di Tokyo, indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 67 poin, menguat 0,14 persen. Sementara itu, bursa Hong Kong lewat indeks Hang Seng-nya juga naik, meski tipis sekali, cuma 0,08 persen.
China melalui indeks SSE Composite juga catat kenaikan serupa, sekitar 0,10 persen.
Tapi, tidak semua sehijau itu. Singapura justru memberi warna merah. Indeks Straits Times mereka malah terperosok 24,540 poin, atau turun cukup signifikan 0,54 persen. Jadi, sentimen regional pagi ini tidak sepenuhnya solid, tapi IHSG kita cukup berhasil mempertahankan tren positifnya di awal sesi.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020