Gubernur DKI Instruksikan Penutupan Jalan Berlubang Usai Kecelakaan Tunggal Tewaskan Siswa SMK

- Senin, 09 Februari 2026 | 15:20 WIB
Gubernur DKI Instruksikan Penutupan Jalan Berlubang Usai Kecelakaan Tunggal Tewaskan Siswa SMK

Kabar duka datang dari SMK 34 Jakarta pagi ini. Aldi Suryaputra, seorang siswa sekolah tersebut, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.

Di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026), Pramono mengungkapkan kesedihannya.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya mewakili Provinsi DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Ananda Aldi Suryaputra, siswa SMK 34 Jakarta yang mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas pada pagi ini," ujarnya.

Menurutnya, pemantauan awal dari rekaman CCTV sudah dilakukan. Hasilnya, kecelakaan itu diduga kuat terjadi karena beberapa faktor yang berbarengan: kondisi jalan yang licin dan tidak mulus, ditambah dengan kecepatan kendaraan yang tinggi.

"Kami sudah memantau hasil CCTV, penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang, lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi ini kecelakaannya adalah kecelakaan tunggal," jelas Pramono.

Korban sempat dilarikan ke RS Polri dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI dan perwakilan sekolah. Sayangnya, upaya itu tak berhasil. Aldi kini telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan segera.

Pemprov DKI, kata Pramono, akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit. Mereka juga telah menyiapkan tempat peristirahatan terakhir untuk Aldi di TPU Menteng Pulo.

"Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kami juga telah menyiapkan pemakaman yang disiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta di TPU Menteng Pulo," tegasnya.

Merespons musibah ini, Gubernur langsung mengeluarkan instruksi. Dia memerintahkan Dinas Bina Marga untuk menutup sementara semua jalan berlubang di Ibu Kota, sembari menunggu perbaikan yang lebih permanen.

"Saya sudah minta semua jalan-jalan yang berlubang untuk ditutup, walaupun bersifat temporary," ucapnya.

Tak cuma itu, dia juga meminta Diskominfotik DKI untuk gencar mengingatkan warga soal bahaya yang mengintai di ruas-ruas jalan yang rusak. Harapannya, pengendara bisa lebih waspada.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Aldi ini terjadi pagi tadi di Jalan Matraman Raya. Menurut kesaksian warga sekitar, korban sudah tergeletak tak berdaya saat ditemukan.

Ardhi, salah seorang warga, mengaku sering melihat kejadian serupa di lokasi itu. "Di sini sudah sering (terjadi kecelakaan), mungkin karena tambalan jalan (berlubang), jadi rawan," katanya.

Dia memperkirakan kejadiannya sekitar pukul enam pagi. Saat itu jalanan masih sepi.

"Taunya jam enam lewat, jalanan sepi. Saya keluar dari gang ke jalan, korban sudah tergeletak aja," kenang Ardhi.

Kondisi sepeda motor Aldi, menurut pengamatannya, tidak terlalu hancur. Meski begitu, bagian depannya terlihat pecah akibat benturan keras.

"Motornya tidak parah (rusaknya), cuma agak pecah di bagian depan," ujar Ardhi menutup cerita.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar