74 Napi Baru di Cipinang Mulai Masa Hukuman dengan Sekolah Adaptasi

- Senin, 19 Januari 2026 | 14:55 WIB
74 Napi Baru di Cipinang Mulai Masa Hukuman dengan Sekolah Adaptasi

Sebanyak 74 narapidana baru di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, mengikuti serangkaian pengenalan awal. Kegiatan yang disebut admisi orientasi ini jadi langkah pertama mereka beradaptasi dengan kehidupan di balik tembok penjara. Bukan cuma sekadar perkenalan biasa, tapi ini adalah fondasi pembinaan.

Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan hal itu dalam keterangannya Senin lalu (19/1/2026).

"Admisi Orientasi bukan cuma soal mengenal lingkungan," ujarnya. "Ini komitmen kami. Kami ingin pastikan setiap warga binaan paham aturan, hak, dan kewajibannya sejak hari pertama. Pemahaman yang baik ini kunci agar mereka bisa mengikuti pembinaan dengan optimal, disiplin, dan penuh tanggung jawab."

Menurut Wachid, orientasi semacam ini adalah pondasi utama. Tujuannya jelas: menciptakan iklim yang aman, tertib, dan fokus pada perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Lewat kegiatan ini, para napi baru diharapkan tak hanya sekadar menjalani hukuman, tapi juga memahami berbagai program yang ada di dalam lapas.

Di sisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, Endi Budi Hernadi, menekankan soal akses informasi. Komitmennya adalah membuka seluas-luasnya akses bagi para penghuni baru.

"Kami pastikan mereka tahu semua program pembinaan yang tersedia," terang Endi. "Mulai dari pembinaan kepribadian, layanan keagamaan, pendidikan, sampai pembinaan sosial. Intinya, setiap orang dapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan memperbaiki diri."

Baginya, lapas harus menjadi sarana untuk pengembangan diri. Harapannya, kelak mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan siap menyambut hidup baru.

Kegiatan yang sudah berjalan sejak Rabu (14/1) itu ternyata cukup berdampak. Seorang napi baru berinisial HTI mengaku merasa lebih tenang secara psikologis setelah mengikutinya.

"Dengan penjelasan sejak awal, saya jadi lebih paham situasi," ungkapnya. "Saya tahu apa yang harus dilakukan selama di sini. Ini bikin saya lebih siap menjalani pembinaan dan berusaha untuk berubah."

Kembali ke Wachid, dia juga menyoroti sistem pemasyarakatan PRIMA profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel. Admisi orientasi, dalam pandangannya, adalah bagian tak terpisahkan untuk mewujudkan lapas yang aman dan kondusif. Ruang pembinaan yang bermakna, begitu istilahnya.

"Upaya ini sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan Prima di tahun 2026," pungkas Wachid menutup penjelasannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar