Penerima PIP 2025 Diingatkan Batas Akhir Aktivasi Rekening 28 Februari 2026

- Senin, 09 Februari 2026 | 15:15 WIB
Penerima PIP 2025 Diingatkan Batas Akhir Aktivasi Rekening 28 Februari 2026

Sudah dapat kabar kalau namamu masuk dalam daftar penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025? Kalau iya, jangan sampai lupa untuk mengaktifkan rekeningnya. Proses ini penting banget, lho.

Menurut keterangan resmi dari Kemendikbud, ada beberapa langkah yang harus kamu tempuh. Intinya, kamu perlu datang ke sekolah dulu untuk mengambil surat keterangan aktivasi. Setelah itu, bawa dokumen itu plus identitas diri ke bank penyalur yang ditunjuk.

Nah, kalau rekeningmu sudah aktif, dana PIP bisa langsung dicairkan. Caranya bisa lewat kasir bank atau pakai kartu ATM PIP jika kartunya sudah jadi.

Ini yang perlu diingat: batas akhir aktivasi rekening adalah 28 Februari 2026. Jangan sampai lewat! Kalau tanggalnya terlewat, dana yang seharusnya jadi hakmu akan dikembalikan ke negara. Sayang banget, kan?

Gimana sih cara ngeceknya?

Bingung apakah kamu termasuk penerima atau belum? Tenang, caranya gampang. Pertama, buka website resmi PIP. Lalu, cari menu "Cari Penerima PIP". Isi data yang diminta NISN, NIK, dan kode captcha dengan teliti. Setelah itu, klik tombol untuk mengecek.

Nanti, hasilnya akan muncul. Kamu bisa lihat status penerimaan, alasan jika dana belum cair, plus informasi tentang periode pencairan dan besaran bantuannya.

Sebenarnya, siapa saja yang berhak dapat PIP?

Program ini memang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu atau dalam kondisi rentan. Tujuannya jelas: agar mereka tetap bisa sekolah sampai lulus, tanpa terbebani biaya.

Jadi, selain pemegang KIP, yang berhak menerima antara lain adalah anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan, pemegang Kartu Keluarga Sejahtera, anak yatim/piatu, korban bencana, hingga peserta didik yang putus sekolah dan diharapkan bisa kembali belajar.

Golongan lainnya juga mencakup mereka dengan kelainan fisik, korban musibah, atau dari keluarga yang orang tuanya kehilangan pekerjaan. Intinya, bantuan ini menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan untuk bisa terus mengenyam pendidikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar