Arab Saudi baru saja melakukan gebrakan besar di industri perjalanan umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan izin operasi 1.800 agen travel dari luar negeri. Angka itu cukup mencengangkan, karena mencakup hampir sepertiga dari total agen terdaftar di sana yang berjumlah 5.800.
Menurut laporan Saudi Gazette Senin lalu, pihak kementerian sebenarnya memberi ruang bagi agen-agen bermasalah itu untuk berbenah. Mereka punya waktu sepuluh hari untuk memperbaiki berbagai kekurangan, terutama terkait kinerja dan kualitas layanan yang dinilai tidak memenuhi standar dalam evaluasi berkala.
Nah, penangguhan ini fokus pada penerbitan visa baru. Jadi, bagi jemaah yang sudah punya visa sah atau pesanan yang sudah diproses, tenang saja. Layanan untuk mereka dijamin tetap berjalan normal, tanpa ada gangguan.
Di sisi lain, langkah ini sebenarnya bagian dari upaya regulasi. Tujuannya jelas: mendorong agen-agensi untuk meningkatkan klasifikasi dan standar layanannya. Kalau dalam masa tenggang itu semua syarat sudah dipenuhi, kontrak mereka akan diaktifkan kembali.
Juru bicara Kemenhaj, Ghassan Alnwaimi, bersikap tegas.
Artikel Terkait
Kucing Tewas Ditendang di Stadion Blora, Pelaku Berstatus Lawyer
Gus Umar Sindir Tangisan Kaesang di Rakernas PSI: Saya Tak Tertipu Air Mata Politik
Ribuan Pimpinan Daerah Serukan Sinergi di Rakornas 2026
Prabowo Serukan Persatuan: Lupakan Permusuhan, Fokus pada Rakyat