Ribuan Pimpinan Daerah Serukan Sinergi di Rakornas 2026

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:48 WIB
Ribuan Pimpinan Daerah Serukan Sinergi di Rakornas 2026

Di tengah riuh rendah Sentul International Convention Center, Bogor, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin lalu. Acara yang digelar Kemendagri ini bukan sekadar pertemuan biasa. Panggungnya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming, dikelilingi oleh ribuan pimpinan daerah se-Indonesia.

Bayangkan saja, lebih dari 4.000 orang hadir. Mulai dari jajaran forkopimda di seluruh penjuru negeri, menteri Kabinet Merah Putih, hingga pimpinan lembaga negara. Suasana terasa begitu padat dan penuh energi.

Menurut Tito, rakornas ini bukti nyata komitmen pemerintah menjalankan 8 misi Asta Cita. "Sudah banyak program yang bergulir setahun terakhir," ujarnya. Dan hasilnya, klaim Tito, mulai terlihat positif.

"Tahun 2026 ini kan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029," kata Tito lagi.

Ia menambahkan, "Itu adalah penjabaran visi Asta Cita Bapak Presiden. Nah, keberhasilan akan makin optimal kalau gerak langkah pusat dan daerah sama. Makanya kita gelar rakornas dengan tema sinergi ini, untuk implementasi program prioritas menuju Indonesia Emas 2045."

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi tertutup. Topiknya beragam, tapi fokus pada program strategis Presiden. Mulai dari urusan ekonomi, energi, hingga swasembada pangan. Dibahas juga peran krusial Polri dan Jaksa Agung dalam mengawal program-program tersebut.

Di sisi lain, Presiden Prabowo tampak begitu antusias. Ia bahkan menyapa satu per satu instansi yang hadir di ruangan itu.

"Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Dalam Negeri yang telah menggelar Rakornas ini," kata Prabowo.

Dengan nada haru, ia mengaku, "Hati saya bergetar mendengar semangat Saudara-saudara sekalian."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler