Di hadapan para pejabat pusat dan daerah yang memadati Sentul International Convention Center, Bogor, Senin lalu, Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang jelas: lupakan permusuhan lama. Bagi Presiden terpilih itu, membawa-bawa luka sejarah ke masa kini hanya akan menghambat langkah bangsa. Yang dibutuhkan sekarang, tegasnya, adalah persatuan. Tanpa itu, kepentingan rakyat mustahil bisa dijaga dengan optimal.
"Saya menggugah, saya mengajak," ujarnya dengan penuh semangat.
"Saudara-Saudara, kita bersatu. Tidak ada urusan Saudara berasal dari partai mana."
Pidatonya berusaha meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini mengakar. "Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah," imbuhnya. Menurut Prabowo, sikap saling bermusuhan sama sekali tidak ada gunanya. Ia meyakini bahwa di atas segalanya, persatuanlah yang paling utama.
Ia bahkan memberi contoh konkret. "Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Tetap Koperasi Merah Putih, tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat," papar Prabowo.
Artikel Terkait
Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE: Opini Bukan untuk Dipenjara
Prabowo Gerakkan BUMN dan K/L: Korve Setiap Pagi, Perang Lawan Sampah Dimulai
Sampah Festival Kuliner Membeludak, Petugas Kebersihan Semarang Geram