Prabowo Serukan Persatuan: Lupakan Permusuhan, Fokus pada Rakyat

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:42 WIB
Prabowo Serukan Persatuan: Lupakan Permusuhan, Fokus pada Rakyat

Di hadapan para pejabat pusat dan daerah yang memadati Sentul International Convention Center, Bogor, Senin lalu, Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang jelas: lupakan permusuhan lama. Bagi Presiden terpilih itu, membawa-bawa luka sejarah ke masa kini hanya akan menghambat langkah bangsa. Yang dibutuhkan sekarang, tegasnya, adalah persatuan. Tanpa itu, kepentingan rakyat mustahil bisa dijaga dengan optimal.

"Saya menggugah, saya mengajak," ujarnya dengan penuh semangat.

"Saudara-Saudara, kita bersatu. Tidak ada urusan Saudara berasal dari partai mana."

Pidatonya berusaha meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini mengakar. "Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah," imbuhnya. Menurut Prabowo, sikap saling bermusuhan sama sekali tidak ada gunanya. Ia meyakini bahwa di atas segalanya, persatuanlah yang paling utama.

Ia bahkan memberi contoh konkret. "Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Tetap Koperasi Merah Putih, tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatera Barat," papar Prabowo.

Poin yang sama ia ulang untuk Aceh. "Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan."

Baginya, politik bukan soal menang-kalah yang disimpan dalam hati. "Enggak ada. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.

Pesan itu ia sampaikan dengan gaya khasnya, blak-blakan dan tanpa tedeng aling-aling. Prabowo menegaskan bahwa dirinya tak akan pernah mempersoalkan latar belakang politik seorang gubernur atau kepala daerah.

"Saya tidak akan tanya, ini gubernurnya partai mana, gitu kan? Dulu milih calon nomor 1, nomor 2, nomor 3, saya enggak akan tanya," tuturnya. Intinya sederhana: kerja sama, bukan pertikaian.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar