Poin yang sama ia ulang untuk Aceh. "Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan."
Baginya, politik bukan soal menang-kalah yang disimpan dalam hati. "Enggak ada. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.
Pesan itu ia sampaikan dengan gaya khasnya, blak-blakan dan tanpa tedeng aling-aling. Prabowo menegaskan bahwa dirinya tak akan pernah mempersoalkan latar belakang politik seorang gubernur atau kepala daerah.
"Saya tidak akan tanya, ini gubernurnya partai mana, gitu kan? Dulu milih calon nomor 1, nomor 2, nomor 3, saya enggak akan tanya," tuturnya. Intinya sederhana: kerja sama, bukan pertikaian.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Bogor, Tak Ada Laporan Kerusakan
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret