Poin yang sama ia ulang untuk Aceh. "Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan."
Baginya, politik bukan soal menang-kalah yang disimpan dalam hati. "Enggak ada. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.
Pesan itu ia sampaikan dengan gaya khasnya, blak-blakan dan tanpa tedeng aling-aling. Prabowo menegaskan bahwa dirinya tak akan pernah mempersoalkan latar belakang politik seorang gubernur atau kepala daerah.
"Saya tidak akan tanya, ini gubernurnya partai mana, gitu kan? Dulu milih calon nomor 1, nomor 2, nomor 3, saya enggak akan tanya," tuturnya. Intinya sederhana: kerja sama, bukan pertikaian.
Artikel Terkait
Pernyataan Melawan Sampai Titik Darah Terakhir Picu Tuntutan Pemberhentian Kapolri
Kritik Prabowo Picu Satgas Khusus Bersihkan Pantai Bali
Gelombang Baru Pemakzulan Sara Duterte: Tuduh Ancam Bunuh Marcos hingga Dugaan Korupsi Dana Pendidikan
Audit BPK Bongkar Selisih Rp916 Triliun dalam Kasus Korupsi Pertamina