Prabowo Ungkap Keresahan Dunia di Davos: Perang Dunia Ketiga Bisa Pecah

- Senin, 02 Februari 2026 | 15:15 WIB
Prabowo Ungkap Keresahan Dunia di Davos: Perang Dunia Ketiga Bisa Pecah

Dari podium di Sentul International Convention Center, Presiden Prabowo Subianto membagikan kesan mendalamnya usai menghadiri pertemuan puncak di Eropa. Suasana di Davos, katanya, diliputi kecemasan yang nyaris universal. "Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia di Davos. Puluhan kepala negara hadir," ujarnya.

Lalu, dengan nada serius, ia menyampaikan poin yang berulang kali ia dengar. "Hampir semua merisaukan pecahnya perang dunia ketiga."

Pernyataan itu disampaikannya dalam Rakornas yang digelar Kemendagri, Senin (2/2/2026). Forum itu sendiri membahas koordinasi pusat-daerah, namun Prabowo menyelipkan laporan singkat tentang kegelisahan global yang ia tangkap langsung dari para pemimpin dunia.

Di sisi lain, dalam paparannya, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia. Politik luar negeri kita, tegasnya, tetap berpegang pada prinsip nonblok. Indonesia tidak akan memilih pihak. Namun begitu, keputusan untuk netral ini bukan tanpa konsekuensi. Ada risikonya, dan ia secara gamblang mengungkapkannya.

"Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita," kata Prabowo.

Ia kemudian melanjutkan, "Percaya sama saya, nobody is going to help us."

Karena itulah, menurutnya, prinsip yang digagas sejak era awal kemerdekaan harus tetap dipegang teguh. Ia mengutip langsung Bung Karno, presiden pertama Republik ini.

"Karena itu dari awal, Bung Karno mengatakan, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo menegaskan.

Namun, situasinya memang rumit. Prabowo mengingatkan bahwa meski kita tak berpihak dan berusaha tak terlibat, dampak perang dunia ketiga apalagi yang melibatkan senjata nuklir bisa saja menyentuh kita. Ia menggambarkan skenario yang suram berdasarkan sejumlah simulasi yang beredar di kalangan ahli.

"Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena," ujarnya.

Dampaknya bisa sangat luas. Partikel radioaktif, kontaminasi pada laut dan ikan-ikan, adalah ancaman nyata. Bahkan yang lebih mengerikan, debu dari ledakan nuklir berpotensi menutupi sinar matahari. Bukan cuma untuk hitungan bulan atau tahun.

"Para ahli mengatakan bisa winter-nya itu puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia," jelas Prabowo, merangkum diskusi serius yang tengah menghantui para pemimpin global.

Pidatonya di Bogor itu bukan sekadar laporan kunjungan. Lebih dari itu, ia adalah pengingat tentang betapa rapuhnya perdamaian dunia saat ini dan pentingnya ketahanan nasional di tengah gejolak yang mengglobal.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler