"Karena itu dari awal, Bung Karno mengatakan, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo menegaskan.
Namun, situasinya memang rumit. Prabowo mengingatkan bahwa meski kita tak berpihak dan berusaha tak terlibat, dampak perang dunia ketiga apalagi yang melibatkan senjata nuklir bisa saja menyentuh kita. Ia menggambarkan skenario yang suram berdasarkan sejumlah simulasi yang beredar di kalangan ahli.
"Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena," ujarnya.
Dampaknya bisa sangat luas. Partikel radioaktif, kontaminasi pada laut dan ikan-ikan, adalah ancaman nyata. Bahkan yang lebih mengerikan, debu dari ledakan nuklir berpotensi menutupi sinar matahari. Bukan cuma untuk hitungan bulan atau tahun.
"Para ahli mengatakan bisa winter-nya itu puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia," jelas Prabowo, merangkum diskusi serius yang tengah menghantui para pemimpin global.
Pidatonya di Bogor itu bukan sekadar laporan kunjungan. Lebih dari itu, ia adalah pengingat tentang betapa rapuhnya perdamaian dunia saat ini dan pentingnya ketahanan nasional di tengah gejolak yang mengglobal.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK
Hampir Final, Indonesia-AS Tinggal Tuntaskan Naskah Hukum Perundingan Dagang