Kiai Muhyiddin Serukan Hijrah ke Syariah di Kajian Bogor

- Senin, 02 Februari 2026 | 05:50 WIB
Kiai Muhyiddin Serukan Hijrah ke Syariah di Kajian Bogor

“Sekarang ini tidak ada satu negara pun di dunia yang tidak ada Muslimnya. Di Amerika, Amerika Latin, Karibia, Afrika, Australia, hingga Rusia, umat Islam terus bertambah,” katanya.

Ia bahkan menyebut data menarik dari Amerika Serikat. Di sana, sekitar 50.000 hingga 60.000 warga asli masuk Islam tiap tahunnya. Latar belakang mereka beragam; ilmuwan, profesor, peneliti, tokoh publik, bahkan mantan pelaku kriminal.

“Ini menunjukkan bahwa Islam diterima oleh akal sehat manusia. Maka agama ini harus kita jaga,” tegasnya.

Namun begitu, Kiai Muhyiddin mengingatkan, ada tantangan besar di internal umat sendiri. Islam yang mencakup akidah, ibadah, dan muamalah ini sering kali dipraktikkan secara tak seimbang. Ia secara khusus menyoroti praktik muamalah yang masih banyak berkutat di sistem ribawi.

“Bagaimana kita berdoa minta masuk surga bersama orang-orang saleh, tapi transaksi kita masih ribawi?” ujarnya mengingatkan, suaranya berisi.

Padahal, lembaga keuangan syariah sudah tersedia. Tapi masih banyak yang, katanya, malah bangga pakai sistem konvensional. Ia pun mengajak untuk hijrah. Pelan-pelan saja, asal konsisten, beralih ke perbankan, pembiayaan, dan asuransi yang syariah.

“Mulai tahun 2026 ini, mari kita niatkan hijrah ke syariah, pelan-pelan tapi konsisten,” ajaknya.

Di penghujung kajian, Kiai Muhyiddin menegaskan kembali. Ajaran Islam itu sudah sempurna. Hukum, akidah, muamalah, semuanya. Tugas umat sekarang adalah menjaga kemurniannya agar tidak rusak.

“Agama kita sudah bagus. Tugas kita adalah menjaga semua kebaikan itu dengan akidah yang kokoh dan praktik yang benar,” pungkasnya. []


Halaman:

Komentar