Praja IPDN Bantu Bersihkan 19 Gedung Pemerintah di Aceh Tamiang Pascabencana

- Jumat, 23 Januari 2026 | 21:15 WIB
Praja IPDN Bantu Bersihkan 19 Gedung Pemerintah di Aceh Tamiang Pascabencana

Setelah bencana melanda, suasana di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai bergerak. Aktivitas pemerintahan yang sempat lumpuh, kini menunjukkan tanda-tanda pulih. Kunci pemulihan ini salah satunya ada di tangan para Praja IPDN yang sejak awal Januari turun tangan membersihkan puluhan gedung pemerintah yang rusak. Tujuannya jelas: agar pelayanan untuk masyarakat bisa segera kembali normal.

Hingga Kamis lalu, progressnya cukup menggembirakan. Dari total 33 gedung yang jadi target, kunci 19 di antaranya sudah diserahkan kembali. Artinya, pekerjaan di sana sudah beres. Sementara itu, 14 gedung lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Rektor IPDN, Halilul Khairi, mengonfirmasi perkembangan ini.

"Proses pemulihan yang dijalankan Satgas Kemendagri menunjukkan efektivitas yang baik. Perkembangannya konsisten, dan hasilnya meningkat dari hari ke hari," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (23/1).

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Untuk hari Jumat itu sendiri, Satgas sudah menyiapkan serangkaian tugas lanjutan. Personel dibagi berdasarkan Target Operasi yang telah ditetapkan. Mereka akan mengangkut lumpur dan barang-barang rusak, melanjutkan pembersihan di dalam gedung, mengecat, serta membantu mendata penduduk yang terdampak.

"Personil Satgas hari ini agar bertugas pada TO yang telah ditetapkan sesuai pembagian," tegas Halilul.

Ia juga memberi catatan khusus. Pengangkutan material sisa bencana di sekitar tenda pengungsian harus diatur sedemikian rupa. Jangan sampai mengganggu kenyamanan atau aktivitas para pengungsi yang masih tinggal di sana.

Sedangkan untuk gedung-gedung yang lumpurnya sudah dibersihkan, fokusnya bergeser. Sekarang pada pembersihan menyeluruh: dinding, kaca jendela, hingga mengepel lantai agar benar-benar bersih dan layak pakai.

Tak cuma bersih-bersih, ada juga rencana pengecatan. Ini penting untuk memulihkan semangat dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Cat dan kuas sudah disiapkan, tinggal eksekusi.

Di sisi lain, pemulihan fisik saja tidak cukup. Satgas Kemendagri bersama aparatur sipil negara juga turun ke lapangan untuk hal yang lebih mendasar: pendataan korban. Mereka membantu BNPB memverifikasi data kerusakan rumah dan kondisi tempat tinggal sementara para penyintas.

"Kegiatan akan dilaksanakan bersama ASN Kemendagri dalam membantu BNPB memverifikasi data," jelas Halilul.

Lalu, gedung-gedung mana saja yang sudah bisa difungsikan kembali? Daftarnya cukup panjang, mencakup berbagai instansi vital. Mulai dari Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Kantor KIP, hingga Dinas Tenaga Kerja. Lalu ada juga BNNK, Dinas Pertanahan, PKK, DPMPTSP, dan Dinas Perpustakaan. Tak ketinggalan kantor Majelis Adat Aceh, SDN 1 Karang Baru, Gedung Dharma Wanita, Dinas Sosial, Dinas Kelautan dan Perikanan, Sanggar Pendidikan Nonformal, Dinas Pertanian, Laboratorium DLH, serta TK Adhyaksa.

Dan targetnya masih akan ditambah. Kantor Bupati, Bappeda, kantor ATR/BPN setempat, serta sejumlah fasilitas pemerintah lainnya masuk dalam daftar pembersihan berikutnya. Perlahan tapi pasti, denyut kehidupan pemerintahan di Aceh Tamiang kembali berdetak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar