"Saya masih sanggup"
"Saya masih sanggup"
"Saya masih sanggup"
Tanpa disadarinya, ada sesuatu yang meledak dari alam bawah sadar. Sebuah luapan batin yang tak bisa dia kendalikan lagi. Dan publik merekam semua itu dengan jelas.
Alhasil, bukannya simpati yang datang. Malah, komentar-komentar sinis bertebaran. Banyak yang bergumam, dalam keadaan seperti itu pun ambisinya masih berkobar. Tak pernah puas. Sudah jadi pengusaha sukses, walikota, gubernur, bahkan presiden. Anaknya wakil presiden, mantunya gubernur, anak bungsunya ketua partai. Apa lagi yang kurang?
Ini yang bagi saya luar biasa. Demi ambisi yang tak kenal batas, bahkan penderitaan sakit pun dijadikan komoditas. Dieksploitasi.
Dunia seakan tak pernah cukup baginya. Satu-satunya batas yang mungkin bisa menghentikannya, tampaknya, hanyalah maut.
(@DokterTifa)
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral