Pohon Natal Pink, Inovasi Sujani untuk Nuansa Teduh dan Elegan

- Rabu, 10 Desember 2025 | 05:36 WIB
Pohon Natal Pink, Inovasi Sujani untuk Nuansa Teduh dan Elegan

Warna merah, hijau, dan emas seolah sudah melekat jadi identitas Natal. Tapi coba bayangkan, bagaimana jika pohon cemara di sudut ruangan itu justru berwarna pink? Inilah yang dilakukan Sujani, seorang pengusaha dekorasi, untuk menciptakan suasana teduh sekaligus elegan di rumahnya.

Menurutnya, pohon Natal itu punya banyak rupa. Ada yang menjulang tinggi, ada pula yang mungil untuk di atas meja. "Yang penting, aksesoris wajibnya jangan sampai ketinggalan," ujar pemilik Sentosa Florist di Pasar Atom Mall Surabaya ini.

"Seperti bintang Betlehem di puncaknya. Itu kan lambang cahaya dan harapan. Nah, soal warna pink ini, menurut saya justru menarik. Jarang dipakai, tapi aura yang dihadirkan bisa lebih khidmat sekaligus ceria."

Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada aturan baku untuk warna atau desain hiasan pohon Natal. Semuanya bisa disesuaikan dengan selera pemiliknya. Tentu lain cerita jika untuk dekorasi gereja, yang biasanya memang kental dengan nuansa merah dan emas.

Pesanan untuk pohon dan dekorasi Natal, rupanya sudah mengalir sejak lama. Sujani bercerita, sejak September lalu mereka sudah mengirim barang ke luar pulau. "Pakai kapal, jadi durasi pengirimannya hampir sebulan. Pelanggan dari Papua dan Ambon biasanya pesan jauh-jauh hari supaya pas tiba waktunya," jelasnya sambil tetap sibuk merangkai hiasan.

Bagi yang ruangannya terbatas, Sujani punya saran. "Bisa pakai pohon cemara lipat. Praktis, tidak makan tempat, dan mudah dibawa-bawa kalau mau bepergian," tutur florist berusia 65 tahun itu.

Di sisi lain, ragam hiasan Natal di pasaran memang tak terhitung. Mulai dari sinterklas, boneka salju, sampai rusa menjadi pelengkap wajib. Harganya? Bervariasi. Untuk ornamen atau diorama dengan pencahayaan khusus, harganya bisa mencapai belasan juta rupiah, tergantung ukuran dan kerumitannya.

Seperti yang dirasakan Melia, salah satu pembeli yang sedang berburu aksesoris. "Kebetulan tahun ini saya pakai pohon natal sederhana. Cuma dikelilingi patung sinterklas kecil-kecil," katanya.

"Sekarang lagi cari tambahan lagi biar suasannya lebih meriah."

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler