Masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ringan yang diprakirakan terjadi pada Senin, 22 Juni 2026, terutama pada rentang siang hingga dini hari. Selain itu, angin kencang juga berpotensi melanda kawasan bagian selatan provinsi tersebut.
Berdasarkan prakiraan cuaca harian, kondisi atmosfer pada pagi hari secara umum diprakirakan cerah berawan di seluruh Sulawesi Selatan. Situasi ini memungkinkan aktivitas masyarakat berlangsung dengan cukup nyaman tanpa gangguan cuaca signifikan.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca masih didominasi cerah berawan. Namun, hujan ringan berpotensi turun di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, dan Sinjai.
Pada malam hari, kondisi cuaca berubah menjadi berawan di sebagian besar wilayah. Potensi hujan ringan diprakirakan meluas, meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Wajo, Bone, Bulukumba, dan Sinjai.
Sementara itu, pada dini hari, cuaca masih berawan dengan peluang hujan ringan yang terjadi di Luwu Utara, Kota Palopo, Luwu, Bone, Sinjai, Bulukumba, hingga Kepulauan Selayar.
Berdasarkan data prakiraan, suhu udara di wilayah Sulawesi Selatan berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 65 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 9 hingga 40 kilometer per jam.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah selatan Sulawesi Selatan, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas di luar ruangan maupun pelayaran.
Warga juga disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru serta menyiapkan perlengkapan pelindung, seperti jas hujan atau payung, saat beraktivitas. Imbauan ini terutama berlaku bagi mereka yang berada di daerah yang berpotensi diguyur hujan pada siang, malam, hingga dini hari.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Tegaskan Proses Hukum Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur, Berkas Kasus Ijazah Palsu Jokowi Dinyatakan Lengkap
Argentina vs Austria: Messi Jadi Ancaman Utama di Laga Penentu Grup J Piala Dunia 2026
Harga Pangan Awal Pekan: Bawang Merah dan Cabai Turun, Daging Sapi hingga Beras Naik
Mahasiswa Maros Raup Omzet Rp5 Juta per Bulan dari Ternak Ayam Hias