Relawan dan Polisi Berjibaku Padamkan Kebakaran di Gunung Gede Pangrango

- Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36 WIB
Relawan dan Polisi Berjibaku Padamkan Kebakaran di Gunung Gede Pangrango

Kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Jawa Barat hingga Minggu (9/8) belum juga padam. Para relawan yang turun ke lokasi menghadapi dua kendala besar: peralatan yang minim dan kondisi fisik yang kelelahan.

Sejak Kamis (6/8), kobaran api melahap sejumlah area di kawasan tersebut. Hingga hari keempat, api masih terus berkobar dan menjalar ke area yang lebih luas. Relawan dari berbagai komunitas, termasuk Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti batang kayu dan kain basah.

Nicko Rastagil, relawan APGI yang masih bertahan di lokasi, mengungkapkan bahwa para relawan sudah sangat kelelahan. "Relawan sudah sangat kelelahan, karena tidak hanya keterbatasan peralatan. Tapi juga, ketersediaan makanan dan minuman yang terbatas, serta lokasi yang sulit ditempuh sehingga menguras fisik mereka," katanya kepada kumparan, Minggu (9/8).

Ia menambahkan, api terus merembet dengan cepat karena kondisi area yang kering. "Api terus menjalar, membakar area yang kering. Sehingga, kobaran api sangat cepat meluas," ujarnya.

Menurut Nicko, proses pemadaman ini tidak hanya membutuhkan peralatan yang memadai, tetapi juga relawan dengan keahlian khusus. "Karena dibutuhkan kerja cepat dan tepat, agar proses pemadaman api selesai serta area yang terbakar tidak terus meluas," jelasnya.

Ia memperkirakan luas area yang terbakar mencapai 15 hektare, membentang dari Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon. "Diperkirakan mencapai 15 hektare, itupun diprediksi akan terus meluas jika tidak ditangani dengan cepat," imbuhnya.

Polisi Turun Tangan

Polres Cianjur menerjunkan satu pleton personel yang dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu pemadaman. Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan personelnya dibantu Satuan Brimobda Polda Jabar. "Tidak hanya personel, mereka juga dilengkapi dengan peralatan APAR dan gepyok, yakni batang rotan untuk mempercepat proses pemadaman api di kawasan tersebut agar tidak cepat meluas," kata Alexander.

Para personel telah dibekali keahlian dalam penanganan kebakaran lahan dan kebencanaan. "Mereka sudah memiliki kualifikasi dalam penanganan kebencanaan, di antaranya kebakaran lahan. Karena, kami ingin penanganan ini dapat berjalan efektif," jelasnya.

Selain kepolisian, personel TNI, relawan, dan warga sekitar juga bahu-membahu memadamkan api. Alexander menyebutkan mereka berencana membawa air secara estafet menggunakan kompan atau jerigen, mengingat jarak titik kebakaran ke sumber air mencapai sekitar 5 kilometer.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags