Menhut Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Bromo, Water Bombing Digencarkan

- Senin, 10 Agustus 2026 | 03:55 WIB
Menhut Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Bromo, Water Bombing Digencarkan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Minggu (9/8). Dalam kunjungan itu, ia memastikan operasi water bombing akan terus digencarkan hingga api benar-benar padam.

Raja Juli tiba di lokasi dengan didampingi sejumlah pejabat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, serta kepala daerah dari wilayah terdampak. Ia memantau proses pemadaman baik dari darat maupun udara.

Beberapa titik yang masih terbakar antara lain berada di Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Menurut Raja Juli, pemadaman dari udara menjadi strategi kunci untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas dari darat.

"Kalau per hari ini, mereka sampai jam 17.00 WIB. Karena udara baik ini kan. Kalau kemarin sampai jam 13.30, sudah ada angin kencang, kembali kabut. Mulai hari ini cerah," ujarnya, Senin (10/8/2026).

Cuaca yang mendukung membuat operasi water bombing kali ini bisa dilakukan lebih maksimal. Dalam kondisi ideal, satu helikopter mampu melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.

"Kalau belum padam, mungkin harus sampai padam," tegasnya.

Berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi, luas kawasan Bromo yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 300 hektare terbakar pada malam sebelumnya.

Selama proses pemadaman berlangsung, empat akses masuk menuju kawasan Bromo dari Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total. Hingga kini, batas waktu penutupan belum ditentukan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags