Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rajiv, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menelusuri penyebab dan dalang di balik kebakaran hutan yang melanda Kalimantan. Ia menduga tragedi tahunan ini tidak murni kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan.
"Kebakaran hutan ini kan tiap tahun terjadi dan bisa diprediksi. Maka seharusnya bisa diantisipasi, tapi ini terus terjadi. Jadi memang terlalu mencurigakan kalau semua titik karhutla ini hanya kecelakaan dan tidak disengaja. Rasanya tetap ada unsur kesengajaan dari beberapa pihak di lapangan. Ini yang harus ditelusuri oleh Kemenhut," ujar Rajiv dalam keterangannya hari ini (22/8).
Ia mendesak Kemenhut dan Polri mengusut semua pihak yang terbukti terlibat dalam aktivitas pembakaran hutan. Rajiv mencurigai pembakaran ini disengaja untuk membuka lahan. Setelah kejadian, ia meminta Kemenhut bersama Polri memeriksa daerah yang kemudian beralih fungsi menjadi lahan.
"Saya justru curiga pembakaran hutan ini disengaja untuk membuka lahan. Maka pasca kejadian, saya minta Kemenhut bersama Polri betul-betul dilihat daerah mana yang pada akhirnya jadi alih fungsi lahan. Kemenhut harus kerjasama dengan Polri untuk mengusut pihak-pihak yang menyebabkan kebakaran lahan ini," sambungnya.
Rajiv juga meminta agar pihak-pihak yang menyebabkan karhutla dihukum tegas. Ia menegaskan bahwa sanksi administratif saja tidak cukup; perlu ada pencabutan izin dan hukuman penjara agar menimbulkan efek jera.
"Selanjutnya, orang-orang maupun perusahaan ini tidak boleh hanya disanksi administratif tapi juga harus dijatuhi sanksi tegas pencabutan izin dan penjara hingga ada efek jera supaya bencana ini ga terjadi tiap tahun karena ini tidak hanya merusak ekosistem tapi juga bikin malu kita di depan negara negara tetangga," demikian Rajiv.
Artikel Terkait
Anggota DPR Minta Pemerintah Perkuat Strategi Karhutla di Kalimantan
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
DLH Tarakan Sebut Deposit Batubara Aktif Turut Picu Kebakaran Lahan
DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Karhutla Rp290,9 Miliar