Hanya dua poin dari dua laga awal, posisi Belgia di turnamen ini jauh dari kata aman. Padahal, sebelum kompetisi bergulir, mereka dijagokan sebagai salah satu tim yang paling berpeluang melaju mulus dari fase grup. Kini, hasil imbang tanpa gol melawan Iran membuat langkah skuad asuhan Rudi Garcia semakin terjal.
Pelatih asal Prancis itu tidak menampik kekecewaannya. Ia justru menyoroti ketajaman lini depan sebagai biang keladi hasil minor yang diraih timnya. Menurut Garcia, anak asuhnya seharusnya bisa menang dengan selisih tiga gol, tetapi kegagalan memanfaatkan peluang menjadi persoalan utama.
“Kami bisa saja menang dengan tiga gol melawan Iran, tetapi kami tidak cukup efisien,” ujar Garcia kepada wartawan usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa timnya menciptakan banyak peluang, namun tanpa eksekusi yang tepat, kemenangan mustahil diraih.
Pria berusia 62 tahun itu menegaskan bahwa para pemain telah menjalankan instruksi taktik sesuai rencana. Mereka memperkirakan Iran akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Dominasi penguasaan bola pun berhasil mereka ciptakan.
“Kami mendominasi, jadi secara taktik dan dalam hal rencana permainan, kami bermain seperti yang kami inginkan. Namun kami boros dan kurang efisien,” katanya.
Persoalan kian rumit ketika bek Nathan Ngoy harus menerima kartu merah di pertengahan babak kedua. Ia menjatuhkan Mehdi Taremi yang tengah menerobos ke arah gawang. Garcia menyebut keputusan wasit itu sebagai kesalahan yang bisa dimaklumi dari seorang pemain muda. Ia justru memuji respons seluruh tim yang tetap berjuang meraih kemenangan meski bermain dengan sepuluh pemain selama setengah jam terakhir.
“Bermain 30 menit dengan kekurangan satu pemain sangat sulit di Piala Dunia,” ujarnya.
Garcia juga melontarkan pujian kepada kiper Iran, Beiranvand. Ia menilai penampilan kiper tersebut menjadi faktor utama kegagalan Belgia meraih tiga poin penuh. Beiranvand, menurutnya, layak disebut sebagai pemain terbaik dalam laga itu.
Meski awal turnamen tidak sesuai harapan, Garcia bersikeras bahwa peluang lolos masih sepenuhnya berada di tangan timnya. Ia menegaskan bahwa situasi menuntut kemenangan mutlak di laga selanjutnya.
“Terkadang Anda harus menang dan dalam situasi ini kita harus menang,” katanya. “Jelas, saya berharap bisa memulai dengan lebih baik, tetapi ini bagian dari kehidupan,” lanjutnya.
Belgia akan menghadapi Selandia Baru di Vancouver pada hari Jumat. Sementara itu, Iran akan berhadapan dengan Mesir. Garcia menutup pernyataannya dengan tekad bulat untuk bangkit.
“Grup ini tidak lemah. Kita perlu menunjukkan bahwa kita mampu mengalahkan Selandia Baru dan melaju ke babak 32 besar. Pertama, kita perlu beristirahat, memulihkan diri, dan bersiap untuk pertandingan penentu ini,” katanya.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Bangkit dari Penalti 12 Grid, Finis Kelima di Moto3 Ceko
Uruguay Terancam Gagal Lolos Usai Kembali Ditahan Imbang Tanjung Verde
Tanjung Verde Kejutkan Piala Dunia 2026, Tahan Imbang Uruguay dan Spanyol Secara Beruntun
Jeremy Doku Pertimbangkan Tinggalkan Piala Dunia Demi Kelahiran Anak Pertama, Kontroversi Muncul Setelah Presenter Sebut Ayah ‘Tak Berguna’ di Ruang Bersalin