Memang, pekerjaan itu bukan hal mudah. Keempat desa itu terletak di lereng bukit yang terjal. Bahkan sebelum bencana, jalannya sudah dikenal rawan longsor. Kondisi tanahnya labil, cuaca tak menentu. Jadi, upaya membuka akses seperti melawan arus.
Bukti betapa sulitnya medan itu terlihat dari satu fakta: sebuah ekskavator alat berat sampai sekarang masih tertimbun material longsor. Terjebak di lokasi, tak bisa bergerak. Alat berat saja kewalahan, apalagi manusia.
Jadi, meski target Februari sudah diumumkan, perjuangan warga dan tim di lapangan masih panjang. Mereka menunggu, berharap koneksi mereka dengan dunia luar segera pulih.
Artikel Terkait
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas
Aktivis Muhammadiyah Serukan Prabowo Ganti Kapolri, Sebut Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Provokatif