Jakarta – Presiden Prabowo Subianto punya alasan kuat kenapa Indonesia memilih bertahan di Board of Peace (BoP). Intinya, kata dia, untuk tetap punya pengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Palestina. Menanggapi pernyataan itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi diplomasi Indonesia yang cerdas.
Dave Laksono menyampaikan pandangannya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
"Komisi I DPR RI menghargai penjelasan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP)," ujarnya.
Menurutnya, keputusan ini bukan tanpa tujuan. "Kami melihat bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia untuk tetap berada di meja perundingan internasional," jelas Dave. Dengan begitu, Indonesia punya ruang untuk mempengaruhi proses menuju solusi damai dan kemerdekaan Palestina.
Dia melanjutkan, komitmen Indonesia terhadap Palestina sudah jelas dari dulu. Hal ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang dianut negara kita. "Dengan tetap berada di BoP, Indonesia tidak sekadar menjadi penonton," tegasnya. Peran aktif itu diharapkan bisa mendorong solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Dave juga menanggapi pernyataan Prabowo soal penolakan bergabung dengan aliansi militer mana pun. Baginya, sikap ini tepat dan konsisten.
"Terkait pernyataan Presiden bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer, Komisi I DPR RI menilai hal ini sebagai sikap yang tepat dan konsisten," papar politisi Golkar tersebut.
Indonesia, lanjutnya, tak boleh terjebak dalam blok kekuatan tertentu. Lebih penting untuk berdiri di atas kepentingan nasional sendiri, menjaga hubungan baik dengan semua pihak, dan fokus membangun kekuatan pertahanan yang bersifat defensif.
Dia menambahkan, langkah ini punya makna ganda. Selain menunjukkan keberpihakan pada kemerdekaan Palestina, Indonesia juga menjaga stabilitas kawasan dan kredibilitas politik luar negerinya di mata dunia.
"Dengan demikian, posisi Indonesia di BoP merupakan instrumen diplomasi yang memperkuat suara bangsa dalam isu-isu global yang menyangkut perdamaian dan keadilan," tutup Dave.
Sebelumnya, Prabowo telah menjelaskan soal keanggotaan RI dalam BoP yang dibentuk Amerika Serikat itu. Penegasannya sederhana: dengan berada di dalam, Indonesia masih punya peluang untuk mempengaruhi.
"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," kata Prabowo, dikutip Senin (16/3).
Prabowo juga kembali menegaskan prinsip lama. Indonesia tak akan gabung dengan aliansi militer mana pun. Posisi ini konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif yang diamanatkan UUD 1945 tidak memihak blok mana pun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.
"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," tegas Prabowo.
(amw/azh)
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi