Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, dengan dibuka di zona hijau. Pada awal sesi, indeks tercatat berada di level 6.321,961, menunjukkan momentum positif di tengah beragam sentimen global dan domestik.
Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.23 WIB, IHSG semakin melejit dengan tambahan 81,078 poin atau setara 1,30 persen ke posisi 6.336,045. Pergerakan indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.377 dan terendah di 6.269, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi sejak awal perdagangan.
Riset harian BNI Sekuritas mencatat bahwa pada perdagangan sebelumnya, Senin, 15 Juni 2026, IHSG ditutup menguat 4,12 poin ke level 6.254,96. Namun, penguatan tersebut diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp105,86 miliar. Saham-saham dengan tekanan jual asing terbesar antara lain BUMI, DSSA, ASII, DEWA, dan BRMS.
Sementara itu, kondisi bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang beragam. Dow Jones justru mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. Penguatan indeks ini didorong oleh rotasi investor dari saham teknologi ke sektor-sektor siklikal yang dinilai lebih diuntungkan oleh penurunan harga minyak.
Dow Jones ditutup naik 0,64 persen. Sebaliknya, S&P 500 terkoreksi 0,57 persen dan Nasdaq Composite melemah 1,15 persen. Sejumlah saham teknologi besar mengalami tekanan, di antaranya Advanced Micro Devices (AMD) yang ambles lebih dari tujuh persen, Broadcom turun empat persen, Micron Technology melemah enam persen, dan Nvidia terkoreksi lebih dari dua persen.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham juga bervariasi pada perdagangan Selasa lalu. Kabar kesepakatan damai awal antara Amerika Serikat dan Iran sempat menjadi katalis, namun fokus investor kini beralih ke arah kebijakan moneter sejumlah bank sentral, termasuk Bank of Japan (BOJ) dan Reserve Bank of Australia (RBA).
Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik tipis 0,13 persen, sementara Topix justru terkoreksi 0,21 persen. Di Korea Selatan, Kospi melesat 2,11 persen, namun Kosdaq melemah 1,48 persen. Bursa Hong Kong melalui indeks Hang Seng turun 1,4 persen, sedangkan Taiex Taiwan menguat 0,91 persen dan ASX 200 Australia naik 0,04 persen.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas di rentang 6.230-6.260. Diperkirakan support IHSG berada di 6.230-6.180 dan resist di 6.280-6.400,” ujar Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, dalam risetnya.
Dalam kesempatan yang sama, analis juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat menjadi pilihan perdagangan (trading idea) pada hari ini, yaitu BMRI, BRMS, SSIA, TINS, ANTM, dan TPIA. Rekomendasi tersebut mencakup area beli dan target harga yang disertai level cut loss untuk mengelola risiko.
Untuk BMRI, rekomendasi spec buy diberikan dengan area beli di 4.470-4.500, cut loss di bawah 4.400, dan target terdekat di 4.550-4.650. BRMS direkomendasikan spec buy di area 650-660, cut loss di bawah 640, dengan target 670-690. Sementara itu, SSIA berada di area beli 1.645-1.660, cut loss di bawah 1.620, dan target 1.680-1.715.
Adapun TINS direkomendasikan dengan area beli 3.460-3.480, cut loss di bawah 3.400, dan target 3.510-3.600. ANTM memiliki area beli 3.110-3.130, cut loss di bawah 3.060, serta target 3.160-3.230. Terakhir, TPIA direkomendasikan spec buy di area 2.080-2.100, cut loss di bawah 2.050, dan target terdekat di 2.130-2.190.
Artikel Terkait
Petugas Damkar Evakuasi Jenazah Warga Bertubuh 120 Kg dari Lantai Dua Rumah Sempit di Pulogadung
BPS DKI Jakarta Mulai Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Acuan Kebijakan dan Anggaran Daerah
Korban Penipuan Umrah Hanania Group Bertambah Jadi 1.286 Orang, Kerugian Tembus Rp35 Miliar
Jemaah Haji Indramayu Meninggal di Dalam Pesawat Saat Perjalanan Pulang dari Jeddah