Sudah dua bulan berlalu, tapi suasana di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, masih jauh dari kata pulih. Empat desa di sana Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar terkepung. Mereka terisolasi total sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang.
Kondisinya memprihatinkan. Rumah-rumah rusak, jalan putus sama sekali. Akses satu-satunya kini cuma bisa ditempuh dengan jalan kaki berjam-jam, melewati medan yang sulit.
Menurut Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, targetnya Februari 2026 nanti jalanan sudah bisa dilalui lagi, baik untuk motor maupun mobil.
"Sampai saat ini, perbaikan dan pembukaan jalan masih terus dikerjakan oleh personel TNI Angkatan Darat," jelasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Desain Matang Jika WFH Dilanjutkan