Senin lalu, tepat di Hari Bakti Imigrasi ke-76, suasana di Kampus Politeknik Pengayoman, Tangerang, cukup meriah. Di situlah Direktorat Jenderal Imigrasi secara resmi meluncurkan sebuah kebijakan baru yang cukup menarik perhatian: Global Citizen of Indonesia atau GCI.
Intinya, GCI ini memberi izin tinggal tetap tanpa batas waktu buat orang asing yang punya ikatan khusus dengan Indonesia. Mereka bisa punya hubungan darah, kekerabatan, atau keterikatan historis yang kuat, tanpa harus melepas kewarganegaraan asalnya. Jadi, status mereka tetap warga negara asing, tapi dapat hak tinggal selamanya di sini.
Nah, siapa saja yang bisa mengajukan? Kebijakan ini menyasar eks WNI dan keturunannya sampai derajat kedua. Lalu ada pasangan sah WNI, anak dari perkawinan campuran, dan juga anggota keluarga lain dari pemegang GCI melalui skema penyatuan keluarga.
Menurut Plt. Dirjen Imigrasi, Yuldi Yusman, kebijakan ini hadir sebagai jawaban atas persoalan kewarganegaraan ganda.
"GCI menjadi solusi, tapi tetap menjunjung prinsip kedaulatan hukum kita. Ini juga membuka ruang bagi diaspora dan individu dengan kedekatan khusus untuk ikut berkontribusi pada pembangunan di berbagai sektor," jelas Yuldi kepada wartawan, Kamis (29/1).
Respon dari para penerima manfaat pun langsung mengalir. Adam Welly Tedja, salah satu diaspora, mengaku sudah 43 tahun meninggalkan Indonesia.
"Ini kesempatan buat saya untuk menjelajahi semua provinsi, mengenal kekayaan budaya yang luar biasa. Saya melihat ada yang saya sebut 'sleeping giants' di sini, talenta-talenta yang belum sepenuhnya bangun. Saya berharap bisa berbagi pengalaman dan membantu membangkitkan mereka. Terima kasih banyak kepada Imigrasi atas inisiatif yang menghubungkan diaspora untuk kembali. Ini inisiatif terbaik," ucap Adam.
Pemegang GCI lain, Karna Gendo, juga menyampaikan apresiasi. Ia menilai proses layanannya lancar dan komunikasinya profesional.
"Saat ini fokus saya adalah keluarga. Kontribusi apa pun nanti akan saya lakukan dalam batas hukum dan profesional, misalnya berbagi pengetahuan. Saya sangat bersyukur bisa ikut program ini dan merasa terhormat diterima," kata Karna.
Artikel Terkait
Si Monster Tiba di Peru, Akhir Perjalanan Buronan 3 Tahun
KPK Geledah Kantor Disdik Madiun, Sita Uang Tunai Puluhan Juta
Porsche Cayenne Pakai Plat Palsu Kemhan Diamankan di Halim
Histeria Pedagang Sate Saat Patroli Satpol PP Ricuhkan Malioboro