JAKARTA Polisi kini tengah fokus mengulik barang bukti kunci dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dua benda yang diamankan sebuah wadah dan helm sedang menjalani pemeriksaan intensif di laboratorium forensik. Dari situlah, penyidik berharap bisa menemukan jejak pelaku.
“Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara berupa helm dan wadah yang diduga digunakan untuk tempat cairan kimia tersebut,” jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).
Harapannya jelas. “Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, mudah-mudahan ditemukan sidik jari dari pelaku, kemudian juga DNA dari pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan,” ujar Iman. Temuan itu dianggap vital untuk mengungkap identitas para pelaku.
Menurut keterangan polisi, aksi keji itu diduga melibatkan empat orang. Mereka beraksi menggunakan dua sepeda motor. Kronologinya, mereka disebutkan menunggu korban di depan KFC Cikini, lalu membuntuti Andrie yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan akhirnya ke Jalan Salemba 1.
“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," papar Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.
Artikel Terkait
Arus Mudik di Terminal Pulogebang Landai Usai Puncak Gelombang Pertama
Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke 29,6% dari PDB Meski Nominal Bertambah
Ekonom INDEF: Perang Timur Tengah dan Inflasi Tekan Minat Mudik Lebaran
Lahan Negara 45 Hektare di Depok Dikembangkan Jadi Hunian Rakyat