Polres Banjar Kerahkan 250 Personel dan Sediakan Pos Layanan untuk Mudik Lebaran 2026

- Senin, 16 Maret 2026 | 18:45 WIB
Polres Banjar Kerahkan 250 Personel dan Sediakan Pos Layanan untuk Mudik Lebaran 2026

Menyambut arus mudik Lebaran 2026, jajaran Kepolisian Resor Banjar tak main-main. Mereka mengerahkan tak kurang dari 250 personel untuk menjaga keamanan di wilayah kota. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya yang sudah berjalan.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menjelaskan bahwa seluruh personel itu dibagi ke dalam beberapa satuan tugas. "Mereka tersebar di pos-pos pengamanan, ada juga yang masuk dalam Satgas Pre-emptive, Preventive, Repressive, plus Satgas Banop," ujarnya saat berbincang dengan ANTARA di Pos Terpadu Polres Banjar, Senin lalu.

Rinciannya, selain satu pos terpadu, Polres juga menyiapkan empat pos pelayanan dan tiga pos pengamanan khusus. Tujuannya jelas: membantu dan melayani para pemudik yang melintas.

Pos terpadu sendiri berlokasi di kawasan Alun-Alun Kota Banjar. Sementara untuk pos pelayanan, bisa ditemui di titik-titik strategis seperti Stasiun Banjar, Terminal Banjar, Rest Area Banjar Atas, dan Masjid Baitul Jannah di Tanjung Sukur jalur yang mengarah ke Pangandaran.

Menurut Didi, kehadiran pos-pos ini bukan sekadar formalitas. "Ini untuk memastikan perjalanan pemudik lewat jalur Banjar aman dan nyaman," katanya.

Lalu, apa saja yang tersedia di pos terpadu? Fasilitasnya cukup lengkap. Ada layanan kesehatan, misalnya. Kemudian, dari dinas perhubungan, pemudik bisa mendapatkan informasi terkini soal situasi lalu lintas lewat command center CCTV yang dipasang di sana.

"Kita juga sediakan pijat gratis buat pemudik yang capek setelah lama di perjalanan. Biar bisa istirahat sebentar. Tak lupa, kami siapkan arena bermain untuk anak-anak," tambah Didi.

Dia berharap semua fasilitas ini bisa jadi tempat singgah yang bermanfaat. Sejenak melepas lelah sebelum pemudik kembali melanjutkan perjalanan, baik yang menuju Jawa Tengah maupun ke kawasan wisata Pangandaran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar