Belakangan ini, gas Nitrous Oxide atau yang lebih dikenal sebagai 'gas tertawa' ramai diperbincangkan. Bukan karena fungsinya yang legal, melainkan tren penyalahgunaannya yang meresahkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) pun angkat bicara, menyoroti maraknya aksi menghirup gas ini secara sengaja di kalangan anak muda biasanya lewat media sosial hanya untuk mencari sensasi 'high' sesaat atau yang mereka sebut nge-'fly'.
Padahal, kalau kita lihat, N2O punya peran penting di banyak sektor. Di rumah sakit, gas ini adalah sahabat dokter dan pasien; dipakai sebagai obat bius atau penghilang rasa sakit, terutama untuk prosedur gigi dan persalinan. Dunia otomotif juga memanfaatkannya, lho. Gas ini dipakai dalam sistem NOS untuk mendongkrak tenaga mesin dengan menyuplai oksigen ekstra saat pembakaran. Sementara di dapur atau kafe, N2O ada dalam kaleng krim kocok, berfungsi sebagai pendorong yang mengubah krim cair jadi busa padat nan lembut.
Bentuknya beragam. Mulai dari tabung silinder biru untuk keperluan medis, kapsul kecil atau 'whippets' untuk kuliner, hingga sistem curah di fasilitas kesehatan besar.
Namun begitu, ceritanya jadi lain saat gas ini dialihfungsikan. Menghirupnya sebagai inhalan untuk mencapai euforia, relaksasi, atau halusinasi ringan ternyata menyimpan bahaya yang serius.
Di pasaran, produknya bermacam-macam. Salah satunya yang populer adalah merek Whip Pink. Tapi menurut Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, fokusnya bukan pada merek tertentu. Bahaya justru muncul dari cara pakai yang salah.
Begitu penegasan Suyudi dalam sebuah video yang dirilis Selasa (27/1) lalu.
Dalam penjelasannya, dia menekankan bahwa Nitrous Oxide dan inhalan sejenis sama sekali tidak dirancang untuk masuk ke paru-paru. Saat dihirup, gas ini akan menggantikan oksigen dalam darah. Akibatnya? Otak dan jantung kekurangan pasokan oksigen. Kondisi ini bisa bikin seseorang tiba-tiba pingsan. Bahkan, tubuh bisa 'collapse' tanpa peringatan sama sekali.
Marak di Kalangan Anak Muda
Suyudi mengungkap tren yang makin mengkhawatirkan. Anak muda sekarang kerap mencampur N2O dengan alkohol. Tujuannya untuk mendapatkan sensasi menenangkan dan euforia yang lebih kuat.
Artikel Terkait
Belajar Pergi: Ketika Bertahan Terlalu Lama Justru Melukai Diri Sendiri
Amien Rais Soroti Pudarnya Semangat Persatuan Umat Islam di Tengah Perdebatan Furuiyyah
Choi Woo Sung: Dari Peran Pendukung Hingga Sorotan di Can This Love Be Translated
Salah Kaprah Istilah Sahabat Nabi: Dari Makna Asli hingga Tafsir Halu di Medsos