katanya lagi.
Namun begitu, ceritanya berbeda untuk nelayan senior. Bagi yang usianya di atas 45 tahun, meninggalkan laut terasa jauh lebih sulit. Bertahan di laut meski berisiko tinggi sering jadi pilihan satu-satunya. Sebab, melaut adalah hidup mereka. Satu-satunya keahlian yang dikuasai.
begitu Ari menirukan keluhan mereka. Suara yang penuh kepasrahan.
Dampaknya tentu merembet. Pasokan ikan segar di pasar mulai menipis, dan ini berpotensi mendongkrak harga. Situasi yang bakal memberatkan konsumen juga.
Memang sudah ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban. Tapi menurut Ari, jumlahnya belum mencukupi dan kurang tepat sasaran. Hampir 900 nelayan terdampak, tapi bantuan hanya menyentuh sekitar 400 orang.
pungkasnya. Laut masih belum tenang, dan ketidakpastian terus menggayuti kehidupan para pencari nafkah dari ombak ini.
Artikel Terkait
Gus Ipul Minta Daerah Aktif Awasi Bansos, Data Dinamis Jadi Kunci
Wajah Jadi Kunci: Pemerintah Luncurkan Registrasi SIM dengan Verifikasi Biometrik
Hilang di Lereng Lawu, Pencarian Yasid Masih Mentok di Hari Kesembilan
Kapolres Depok Bantu Tukang Es Gabus dengan Motor dan Jaminan Keamanan